Berita Banjarmasin

Hiswana Migas Kalsel Minta Supaya Truk Angkut LPG Boleh Lewat Jembatan Alalak

Truk pengangkut LPG jika melintas Jembatan Alalak Banjarmasin akan lebih lancar distribusinya sehingga tidak terjadi kelangkaan di Banjarmasin.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Warga antre mendapatkan LPG 3 Kg di salah satu pangkalan di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kerusakan parah akibat banjir besar terjadi di ruas Jalan Gubernur Syarkawi, Provinsi Kalaimantan Selatan.

Kondisi ini disebut-sebut menjadi biang kerok sulitnya masyarakat Banjarmasin dan daerah sekitar untuk mendapatkan LPG 3 kg atau Elpiji Melon.

Pasalnya, kerusakan di Jalan Gubernur Syarkawi Kalsel tersebut telah menghambat pendistribusian gas bersubsisdi itu di Banjarmasin dan sekitarnya. 

Upaya agar distribusi elpiji ke masyarakat tetap berjalan, dilakukan oleh Pertamina yang kemudian dilaksanakan oleh Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel.

Baca juga: Pangkalan Elpiji di Banjarmasin Selatan Digrebek Polisi, Ratusan Tabung Gas LPG 3 Kg Diamankan

Baca juga: LPG 3 KG di Banjarmasin Kembali Langka, Disperdagin Minta Pasokan Lagi Ke Pertamina

Caranya, menyewa kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) untuk mengangkut truk-truk bermuatan elpiji, menyeberangi sungai, menuju daerah tujuan pasokan.

Pasokan elpiji di Banjarmasin dan sekitarnya diambil dari Depot Mini LPG Pertamina yang ada di sekitar Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kemudian, disuplai hingga tingkat agen maupun pangkalan di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten  Banjar hingga Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Dan, mengangkut truk pengangkut elpiji menggunakan Kapal LCT dari Jembatan Barito, Kabupaten Batola, dan kemudian sandar atau berlabuh di kawasan Pelabuhan Banjar Raya Kota Banjarmasin itu pun menjadi alternatif yang saat ini dilakukan.

Baca juga: Pertamina Klaim Telah Beri Sanksi kepada 32 Pangkalan LPG Nakal

Baca juga: Harga LPG 3 Kg Melambung, DPRD Kalsel Sarankan Razia Pendistribusian

Meskipun demikian, ternyata masih belum maksimal. Pasalnya, distribusi elpiji menggunakan LCT ini mengalami penurunan 30 hingga 40 persen dari keperluan per hari.

Untuk itulah, Hiswana Migas Kalsel berharap distribusi elpiji tersebut bisa dilakukan tetap menggunakan jalur darat, yakni dengan meminta izin agar armada truk pengangkut LPG diizinkan melalui Jembatan Alalak atau Kayutangi Ujung yang masih dalam tahap renovasi.

Termasuk, diperbolehkan untuk melalui Jembatan Alalak II yang dikhususkan untuk kendaraan umum maupun angkutan tidak terlalu memiliki beban berat.

"Kami sudah mengusulkan kepada Pemprov Kalsel untuk minta dispensasi bisa melalui Jembatan Kayutangi Ujung maupun Jembatan Alalak II untuk bisa dilalui dalam mendistribusikan LPG. Paling tidak untuk jangka pendek ini saja agar distribusi bisa maksimal," ujar Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Gas LPG 3 Kg di Banjarmasin Langka, Warga Rela Antre Sejak Selasa Pagi di Pangkalan

Baca juga: Elpiji Melon Langka di Banjarmasin, Warga Berburu Hingga ke Kabupaten Batola

Dia tambahkan, agar tidak menganggu arus lalu lintas dalam menggunakan jembatan tersebut, pihaknya pun siap melakukan distribusi pada dini hari.

"Misalnya subuh, kalau memang diizinkan untuk mendistribusikan LPG kepada masyarakat, kami siap. Kalaupun dikhawatirkan konstruksi jembatannya karena sudah cukup lama, bisa dicek terlebih dulu dengan tenaga ahlinya atau dilakukan uji coba," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved