Breaking News:

Berita Tapin

PAD Kabupaten Tapin Sektor Sarang Burung Walet Tak Capai Target, BPD Tapin Gandeng KPP Pratama

PAD Kabupaten Tapin pada sektor sarang burung walet tidak mencapai target Rp50 juta setahun. Realisasi hanya Rp 14 juta atau 28 persen dari target.

banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene
Kepala Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tapin, Sapuani._wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tapin di 2020 lalu pada sektor sarang burung walet tidak memenuhi target.

Dari target 50 juta rupiah setahun, realisasinya hanya bisa mencapai 14 juta rupiah, 28 persen dari target.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (BPD) Tapin, Sapuani, mengatakan ketidak tercapainya PAD pada sektor sarang burung dikarenakan adanya kendala di lapangan.

"Mulai dari wajib pajak yang tidak memberikan informasi hasil panen dan adanya kesan menutup diri. Inilah yang kita hadapi," katanya saat ditemui Banjarmasinpost.co.id, Rabu (24/02/2021) di ruangan kerjanya.

Baca juga: Sempat Berhenti Beroperasi 48 Jam, Kapal LCT di Pelabuhan Martapura Baru Kembali Seberangkan Truk

Baca juga: Tim Kejari Kotabaru Geledah dan Segel Ruang Kantor Desa Tegalrejo Kotabaru Kecamatan Kelumpang Hilir

Baca juga: 11 Karyawan Terpapar Covid-19, Kantor Pajak Kota Banjarbaru Ditutup

Sapuani mengatakan meskipun demikian, di 2021 ini dengan target yang sama, BPD bertekad akan memperbaiki pendapatan sektor sarang burung walet.

Salah satunya dengan cara bekerja sama dengan kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama.

"Jadi mereka akan coba menarik PPHnya dan kita ikut menarik pajak sesuai Perda yang ada," ucapnya didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pembukaan dan Pelayanan, Mukhadi.

Ia mengatakan untuk sementara data seluruh sarang burung walet di Bumi Ruhuy Rahayu yang sudah diserahkan ke KPP Pratama totalnya ada 883 buah.

"Sebenarnya dengan ratusan sarang burung walet yang ada, sangat besar potensi PAD. Namun apa boleh buat, di lapangan kita ada kendala," paparnya.

Ditambahkannya, dari realisasi pajak yang berhasil dipungut 2020 tadi, salah satunya dari Bupati Tapin. Artinya beliau sudah mematuhi Perda yang sudah dibuat tentang pajak sarang burung walet.

"Semoga kedepannya pemilik sarang burung walet bisa sadar. Pimpinan daerah saja taat dengan membayar pajak, kenapa yang lain tidak mengikuti," harapnya.

Perlu diketahui, sesuai Perda yang ada, pajak untuk sarang burung walet hanya 10 persen dari penjualan, 5 juta perkilo. Artinya kalau lebih 5 juta satu kilonya menjual, hanya dipotong 10 persen dari 5 juta.

(banjarmasinpost.co.id/Stan).

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved