Breaking News:

Jendela

Nurdin, KPK dan Winters

Nurdin adalah satu dari sedikit kepala daerah yang dikenal bersih dan berprestasi.

istimewa
Mujiburrahman Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari 

Oleh Mujiburrahman, Rektor UIN Antasari Banjarmasin

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - “Ternyata si Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Sama sekali tidak tahu. Demi Allah, demi Allah,” kata Nurdin Abdullah, saat dibawa ke mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta, kemarin, 28 Februari 2021.

Gubernur Sulawesi Selatan itu telah ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi karena diduga menerima uang melalui anak buahnya, Edy Rahmat, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, sebesar Rp 2 miliar.

Uang itu diberikan seorang pengusaha, Agung Sucipto, sebagai imbalan mendapatkan proyek. Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari pengusaha lain dengan total mencapai Rp 3,4 miliar.

Nurdin adalah satu dari sedikit kepala daerah yang dikenal bersih dan berprestasi. Sebelum menjadi politisi, Nurdin yang berpendidikan S-2 dan S-3 dari Kyushu University Jepang ini adalah Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanudin.

Ia kemudian terpilih menjadi Bupati Bantaeng dua periode (2008-2018). Selama menjabat, ia mendapatkan banyak penghargaan, antara lain Adipura hingga 5 kali, Otonomi Award dan Innovative Government Award dari Kemendagri.

Pada 2014, Republika menobatkannya sebagai Tokoh Perubahan, dan pada 2017 Tempo memilihnya sebagai satu dari 10 kepala daerah terbaik. Pada 2017, dia menerima Bung Hatta-Anti Corruption Award.

Karena itu, wajar jika banyak orang terkejut dan kecewa atas kejadian ini. Apakah Nurdin, seperti pengakuannya, tidak bersalah ataukah dia sama saja dengan politisi lain yang pandai berbohong?

Entahlah. Biar nanti pengadilan yang membuktikannya. Yang jelas, kasus yang ditangani KPK ini menunjukkan bahwa korupsi terus terjadi di kalangan elit. Jika nanti terbukti Nurdin bersalah, maka hal itu menunjukkan bahwa korupsi telah menjadi kejahatan yang sulit sekali dihindari oleh pejabat di negeri ini, bahkan oleh seorang yang dikenal luas sebagai pemimpin yang bersih dan berprestasi.

Halaman
12
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved