Breaking News:

Harga Bitcoin

Harga Bitcoin Makin Jauh dari Level US$ 60.000, Hari Ini Melorot ke US$ 56.000

Setelah sempat menembus US$ 59.000, harga Bitcoin kembali melorot ke level US$ 56.000 pada Jumat (26/11).

PEXELS/WORLDSPECTRUM
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mata uang kripto, Bitcoin, belum mampu bangkit lagi. Setelah sempat mencicipi level di atas US$ 60.000 pada pekan lalu, kini harganya malah terus melorot.

Harga bitcoin hari ini makin jauh dari angka US$ 60.000. Setelah sempat menembus US$ 59.000, harga Bitcoin kembali melorot ke level US$ 56.000 pada Jumat (26/11).

Hal ini terjadi di tengah pasar saham yang memerah karena kekhawatiran atas varian baru virus corona B.1.1.529 yang mungkin lebih menular dan kebal terhadap vaksin.

Mengacu data CoinDesk, harga Bitcoin pada Jumat (26/11) pukul 14.55 WIB ada di US$ 56.713,3 atau turun 1,57% dibanding posisi 24 jam sebelumnya. Padahal, pada Jumat pagi, harga aset tertua di dunia ini sempat menembus US$ 59.000.

Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini 25 November 2021, Masih Berada di Bawah US$ 60.000

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 56.000, Imbas Sentimen Pencalonan Powell di The Fed

Dikutip dari Kontan.co.id, yang melansir CoinDesk, penurunan harga Bitcoin di tengah penghindaran risiko di pasar saham menunjukkan, mata uang kripto belum menemukan penerimaan sebagai lindung nilai yang aman.

Tindakan risk-off klasik muncul setelah laporan varian virus corona baru yang terdeteksi di Afrika Selatan, Botswana, dan Hong Kong, yang mungkin lebih menular dan resisten terhadap vaksin Covid-19.

Nah, jika kekhawatiran itu menjadi kenyataan, banyak negara bisa menerapkan kembali pembatasan bahkan penguncian yang menyakitkan secara ekonomi.

Penguncian, jika terjadi, mungkin akan memperburuk gangguan rantai pasokan, mendorong inflasi lebih tinggi, hal yang positif untuk Bitcoin, mengingat secara luas dianggap sebagai penyimpan aset nilai.

Menurut JPMorgan, reli harga Bitcoin pada Oktober lalu terutama didorong oleh ekspektasi lonjakan inflasi dan daya tarik lindung nilai inflasi dari mata uang kripto. Indeks harga konsumen (CPI) AS sudah berada di level tertinggi dalam tiga dekade terakhir.

Kenaikan lebih lanjut dalam CPI bisa membuat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) memprioritaskan pengendalian inflasi atas pertumbuhan ekonomi dengan melepaskan stimulus lebih cepat. Itu bisa menyebabkan deflasi harga aset.

bitcoin
bitcoin (net)
Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved