Ekonomi dan Bisnis

Inflasi di Kalsel Maret 2022 Alami Kenaikan, Cabai rawit hingga Jeruk Nipis jadi Andil

Inflasi di Kalsel Maret 2022 Alami Kenaikan, Cabai rawit hingga Jeruk Nipis turut memberikan andil

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Ilustrasi-Harga cabai rawit melonjak naik, Jumat (5/3/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2022 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Inflasi terjadi di Kota Banjarmasin sebesar 0,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,04; Kotabaru sebesar 1,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,45; dan Kota Tanjung sebesar 0,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,81.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Yos Rusdiansyah, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan di Kalsel, pada Maret 2022 terjadi inflasi sebesar 0,93 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,13 pada Februari 2022 menjadi 111,16 pada Maret 2022. 

Tingkat inflasi tahun kalender 2022 sebesar 1,52 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2022 terhadap Maret 
2021) sebesar 3,65 persen, " kata dia. 

Baca juga: Mitigasi Risiko Pencapaian Inflasi 2022: Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Koordinasi

Baca juga: Kendalikan Inflasi, TPID Kabupaten Tabalong Kalsel Luncurkan Tahaga B4pok di Bersinar Mart

Baca juga: Alami Kenaikan, Daging Ayam Ras Hingga Minyak Goreng Menjadi Penyebab Inflasi Kalsel

Dijelaskan Yos Rusdiansyah, Inflasi di Kalsel pada Maret 2022 terjadi karena adanya kenaikan harga secara signifikan yang ditunjukkan oleh sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi sebesar 2,91 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,05 persen. 

Kelompok pakaian dan alas kaki 0,94 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,90 persen. kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,84 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,05 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen.

"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2022, antara lain, bedak bayi, ikan kakap merah, cumi-cumi asin, angkutan udara, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, ikan asin sepat, sandal kulit pria dan jeruk nipis/limau," urainya. 

Sementara, lanjut Yos Rusdiansyah, komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain, ikan kerisi, kacang panjang, ketimun, ikan sepat siam, ikan papuyu, cumi-cumi, kol putih/kubis, laptop/notebook, bayam dan ikan asin telang.

Pada Maret 2022 dari 11 kelompok pengeluaran, 10 kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi dan 1 kelompok mengalami deflasi.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil sumbangan inflasi terbesar, yaitu kelompok transportasi 0,31 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,26 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya 0,19 persen.

Dari data pula, 90 Kota inflasi di Indonesia, tercatat 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,86 persen dan inflasi terendah terjadi di Kupang sebesar 0,09 persen. Sementara itu, deflasi terdalam terjadi di Tual sebesar 0,27 persen dan deflasi terendah terjadi di Kendari sebesar 0,07 persen.

Di wilayah Pulau Kalimantan, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 
1,50 persen dan terendah terjadi di Singkawang sebesar 0,20 persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved