Berita HST

Dibuka Saat Libur Idul Fitri 2022, Objek Wisata Pagat Batubenawa HST Kalsel Siap Sambut Pengunjung 

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah  (HST) membuka kembali Objek Wisata Pagat selama libur Idul Fitri 1443 Hijriah

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Wajah baru wisata alam Pagat Batubenawa, di Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel, Jumat (30/4/2022). Salah satu spot foto menarik adalah ruang ganti pakaian sederhana di pinggir sungai Benawa ini. 

BANJARMASINPOST. CO ID, BARABAI- Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah  (HST) membuka kembali Objek Wisata Pagat selama libur Idul Fitri 1443 Hijriah.

Objek wisata di Kecamatan Batubenawa ini selama dua tahun tak dibuka karena pandemi covid-19.

Pengelola wisata unggulan milik Pemkab HST ini telah melakukan pembenahan, dalam rangka memberi pelayanan lebih baik kepada pengunjung saat libur lebaran 2022.

Salah satu pengelola wisata Pagat, Reza Fahlifi, kepada banjarmasinpost. co. id, Jumat (30/4/2022) mengatakan, selain melakukan pembersihan kawasan tamannya juga menata kembali tata ketaknya agar lebih menarik dan tak menutup akses view pemandangan alam di sekitarnya.

Baca juga: Siswa SMPIT Al Khair Barabai Tanam Pohon di Objek WIsata Pagat Kabupaten HST

Baca juga: Benahi Wisata Pagat Kabupaten HST Kalsel, Pengelola Janji Tak Ada Lagi Pungutan di Luar Tarif Loket

Baca juga: VIDEO Sungai Jernih Lagi, Pengelola Wisata Pagat Kabupaten HST Benahi Fasilitas Pengunjung

"Seperti warung-warung, kami alihkan ke pintu masuk arah Barat dan tak lagi terpencar dan didirikan sembarangan. Semua fasilitas yang ada juga kami beri tanda penunjuk untuk memudahkan pengunjung, baik gazebo, musala, toilet. Semua fasilitas tak dipungut bayaran, termasuk toilet dan ruang ganti. Pengunjung cukup membayar di loket resmi Rp 10 ribu per orang, "katanya. 

Saat ini, sudah dibangun tiga ruang ganti pakaian di tepi sungai benawa, agar pengunjung yang mandi dan bermain air bisa berganti pakaian dengan aman.

"Kami bikin bangunan sederhana, pengganti kamar ganti permanen yang rusak diterjang banjir, " Kata Reza.

Mengenai fasilitas menyeberang, tersedia rakit bambu dengan tarif Rp 5 ribu sekali menyeberang ke Gua Berangin dan puncak Sari gading.

Tarif tersebut dikenakan karena jasa rakit disediakan masyarakat setempat sementara belum dibangun jembatan penyeberangan pengganti jembatan yang hanyur dibawa arus banjir. 

Baca juga: Dua Titik Longsor Bikin Jalan di Desa Pagat HST Menyempit, Pengendara Diimbau Waspada

Mengenai protokol kesehatan, Reza memastikan telah tersedia lengkap di depan pintu masuk.

"Tinggal pengujung yang harus disiplin pakai masker selama berada di objek wisata. Termasuk disiplin juga untuk tidak membuang sampah sembarangan, mendukung Mudik Minim Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, karena sudah tersedia sejumlah tempat sampah, "kata Reza. (banjarmasinpost.co.id/hanani) 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved