Berita Banjarmasin

Kisah Korban Alfamart Ambruk Lewati Idul Fitri 2022 di Atas Tempat Tidur, Terpisah dari Suami

Korban Alfamart Ambruk, Arini Chintya Septiana (31) harus melewati Idul Fitri 2022 di atas tempat tidur terpisah dari suami

Penulis: Noor Masrida | Editor: Hari Widodo
istimewa
Arini saat diselamatkan petugas dari reruntuhan Minimarket Alfamart Gambut yang runtuh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Idul Fitri 2022 baru beberapa hari berlalu. Namun kepergiannya terasa lambat bagi Korban Alfamart Ambruk, Arini (31). 

Tak pernah terbayangkan sedikitpun bagi dirinya, tahun ini akan melewati lebaran dengan kondisi yang berbeda. Terbaring di tempat tidur. 

Senin (18/4/2022) sekitar pukul 17.00 Wita, dirinya keluar rumahnya di kawasan Gambut, Kabupaten Banjar, membeli takjil untuk berbuka puasa bersama suami. 

Namun sore itu ia tak pamit pada suaminya, karena dia sedang tidur. Pikirnya, nanti saja dibangunkan setelah pulang membeli takjil. 

Baca juga: Kucurkan Rp 950 Juta, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Korban Alfamart Ambruk di Kalsel

Baca juga: Kunjungi Korban Alfamart, Dirut BPJAMSOSTEK : BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Perawatan Sampai Sembuh

Baca juga: Minimarket Alfamart Km 14 Gambut Ambruk Kalsel, Intakindo Ungkap Perkiraan Penyebabnnya

Takjil sudah ditangan, Arini teringat pewangi di rumahnya habis. Dia mampir ke Alfamart km 14 Gambut, untuk membeli benda itu. 

Tak sedikitpun berniat untuk berlama-lama di sana. Langsung menuju etalase pewangi kemudian menuju meja kasir untuk bayar. 

Saat tiba di meja kasir itulah, dirinya mendengar suara keras dari bagian atas bangunan. Sejurus kemudian, bagian plafon langsung jatuh menimpa dirinya dan benda-benda di sekeliling. 

Tubuh Arini terasa berat. Tak cuma beton dan plafon yang menindihnya. Namun etalase barang di dekat kasir turut menghimpit tubuh wanita itu. Kakinya terasa sakit dan ngilu, namun dirinya tak mampu bergerak. 

"Di posisi itu saya terus beristigfar, mengingat Allah. Saya kepikiran suami saya di rumah, bagaimana dia," ujar Arini sambil terisak. 

Betapa tidak, suaminya yang setahun belakangan divonis dokter terkena saraf terjepit, hanya terbaring di tempat tidur tak bisa beraktifitas. 

Tak heran jika tiga bulan silam dia resign dari pekerjaan lamanya demi fokus merawat sang suami. 

"Dia belum salat ashar, saya niatnya mau menelpon dia, mau membangunkan, menyuruh salat," lanjutnya. 

Mengenang detik demi detik horor terkubur di tumpukan beton dan barang di Alfamart itu menyisakan trauma yang besar baginya. 

Apalagi kata Arini, dibanding korban selamat lainnya, evakuasi wanita itulah yang paling melelahkan. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved