Berita Kriminal

Edarkan Narkoba Jenis Sabu, 10 Tersangka Diamankan Satresnarkoba Polres Tapin Selama Juni 2022

Sepuluh orang tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu diamankan personel Satresnarkoba Polres Tapin selama Juni 2022.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id
Tersangka D (25) asal Kecamatan Binuang, saat dimintai keterangan Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sepuluh orang tersangka penyalahgunaan Narkoba jenis sabu berhasil diamankan personel Satresnarkoba Polres Tapin selama Juni 2022 di Wilayah Kabupaten Tapin, Jumat, (08/07/2022).

Penangkapan terhadap 10 tersangka tersebut, enam diantaranya laki-laki dan 4 diantaranya perempuan yang dilaksanakan dalam konferensi pers dipimpin Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser, didampingi Wakapolres Tapin, Kompol Winda Adhiningrum, Kabag OPS Polres Tapin, Kompol Faisal Amir Nasution dan Kasat Narkoba Polres Tapin, AKP Tatang Supriyadi.

Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser mengatakan 10 tersangka ini ditangkap selama bulan Juni 2022 dengan barang bukti terbanyak dari Kecamatan Binuang.

"Dari 10 tersangka yang diamankan, total barang bukti berupa sabu yang disita petugas kurang lebih 92,35 gram. Jadi hampir satu ons," jelasnya.

Baca juga: Terungkap Sosok Penembak Mantan PM Jepang Shinzo Abe, Pelaku Bekas Anggota Pasukan Bela Diri

Baca juga: Dua Tahun Ditiadakan, Rutan Kelas IIB Rantau Buka kembali Layanan Kunjungan

Kapolres mengatakan dari 92,35 gram itu bila diuangkan sekitar 184.700.000. Misalnya satu gram digunakan 20 orang, maka jika tidak ditangkap maka 1.447 orang generasi muda di Kabupaten Tapin hancur.

"Jadi, berdasarkan keterangan dari para tersangka ini, rata pekerjaan mereka ada swasta," jelasnya.

Ernesto mengatakan dari barang bukti yang ditemukan dari para tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 dan 2 serta ada juga yang pasal 112 ayat 1 dan ayat 2.

"Kedua pasal ini dikenakan karena ada yang barang bukti di bawah lima gram ada juga yang di atas lima gram," jelasnya.

Ia mengatakan untuk tersangka yang ditemukan dengan barang bukti di bawah lima gram dikenakan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dengan denda sekitar 800 juga.

"Sedangkan yang memiliki barang bukti di atas lima gram dikenakan ancaman hukuman maksimal hukuman mati dan dikenakan denda kurang 10 miliar," jelasnya.

Ernesto mengatakan dengan pengungkapan kasus narkoba ini, khusus pada pengedar narkoba jangan pernah main-main dengan narkoba di Wilayah Kabupaten Tapin.

"Yang berikut ini juga dapat memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa menghentikan peredaran narkoba bukan hanya tugas kepolisian tetapi peran aktif masyarakat juga sangat diharapkan," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Tapin, AKP Tatang Supriyadi mengatakan 10 tersangka yang diamankan tersebut dilakukan di sembilan TKP.

"Dua diantara ke-10 tersangka adalah target operasi petugas dan didominasi oleh Kecamatan Binuang," jelasnya.

AKP Tatang mengatakan proses pengulangan kasus narkoba ini memang tidak ada kesulitan karena didukung oleh partisipasi dari masyarakat.

"Ke depan kita ingin keaktifan masyarakat untuk melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan narkoba ini agar bisa kita tindak lanjuti," jelasnya.

Adapun ke-10 tersangka tersebut yakni, SA (20) warga asal Kecamatan Bungur, AM (54) warga Rantau, MJ (39) warga Binuang, N (39) warga Binuang, MH (19) warga Kecamatan Tapin Utara, GK (33) warga Binuang, RI (34) warga Barito Kuala, AG (40) warga Binuang, D (25) warga Binuang. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved