Ekonomi dan Bisnis

Harga Sayur Mayur Termasuk Tomat di Kalsel Masih Stabil Setelah Kenaikan Harga BBM

Harga cabai di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru, Kalsel, stabil karena petani panen raya sehingga tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Penjual kol, kentang dan lainnya di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (6/10/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) telah dinaikkan pemerintah pada 3 September 2022, masih belum berpengaruh signifikan kepada penjualan sayur di pasar.

Sayur kol pada harga grosiran di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dibanderol Rp  6 ribu. Jika harga eceran Rp 8 ribu. Sedangkan, harga tomat untuk grosir Rp 6 ribu, sedangkan ecer Rp 8 ribu.

Adapun wortel harga grosir adalah Rp 12 ribu. Sedangkan wortel harga eceran Rp 14 ribu.

Dijelaskan, pedagang sayur, di Pasar Bauntung Banjarbaru, Yanto, mengatakan, untuk harga sayur tidak begitu berimbas setelah terjadi kenaikan harga BBM.

"Meski ini diangkut pakai kargo melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, harga masih tetap. Ini rata rata sayurnya adalah dari Malang, Jawa Timur," bebernya, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Momen Bulan Maulid Terjadi Kenaikan Harga Ayam di Pasaran Banjarbaru dan Banjarmasin Mulai

Baca juga: Sambut Tamu Kenegaraan di Event MTQ Nasional, DLH Kalsel Pinjam Toilet Portabel VVIP ke Kalteng

Baca juga: Kalimantan Selatan Dapat 650 Dosis Vaksin Covid, Hanya untuk Tiga Daerah Event MTQ Nasional

Menurut dia, jika harga dinaikkan, maka akan pengaruh kepada pasar atau pelanggan yang kemudian akan hilang.

Sayuran tersebut diangkut setiap 3 hari dengan menggunakan pikap. "Biasanya tiga pikap dan dijual di Pasar Bauntung Banjarbaru ini," jelasnya.

Kalau harga cabai, penjual sebut naik turun. Satu bulan yang lalu cabai rawit di atas Rp 120 ribu per kilo, kini sudah turun. Bahkan sempat Rp 60 ribu.

"Namun kini naik lagi ini. Cabai rawit naik Rp 10 ribu, jadi sekarang ini Rp 80 ribu per kilogram," kata Muhammad Reza, penjual cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru.

Adapun harga cabai rawit tiung kecil ke Rp 70.600 dan cabai siung tanjung Rp 60 ribu per kg.

Baca juga: Perhitungan Kerugian Kerusakan Rumah Warga Satui Tanbu Selesai, Sekda : Kita Akan Mediasi

Baca juga: Tawuran Antar Remaja Terjadi di Siring Kota Banjarmasin, Pemilik Warung Ini Alami Kerugian Material

Baca juga: Tertangkap Basah Masuk Kontrakan Perempuan saat Dinihari, Remaja di Tabalong Lukai Dua Korban

Penjual cabai, Syainawati, juga mengakui memang jual lebih murah. "Rawit memang naik sedikit. Kami jual Rp 80 per kilogram," kata dia.

Juga dijual cabai tiung serta mutiara bumi yang sama-sama Rp 60 ribu per kg. Sebelumnya di kisaran Rp 80 ribu.

Adapun lombok besar hijau juga turun menjadi Rp 28 ribu, kalau lombok besar merah Rp 60 ribu, serta
lombok besar keriting merah Rp 45 ribu per kilogram.

"Semua cabai, turun harganya, karena banyak stok. Petani baru panen," imbuh Syainawati.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved