Berita Banjarmasin
Memperingati Hari AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan Kalsel Programkan Pelayanan Melalui Puskesmas
Dinas Kesehatan Kalsel pada momen Hari AIDS Sedunia beri layanan pendampingan dan pengobatan kepada pasien HIV/AIDS di puskesmas-puskesmas.
Penulis: Mia Maulidya | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.
HIV/AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius yang memengaruhi jutaan orang secara global.
Sementara itu, berdasarkan Data dari Dinas Kesehatan Kalsel pada Pengelola Program (PP) HIV , Muhammad Riza, tercatat sampai Oktober 2022 sejumlah 395 kasus HIV.
Dari rangkuman tersebut terdapat sebanyak 299 dari pria, dan sebanyak 96 kasus dari perempuan. Kasus itu didominasi oleh pria 70 persen dan 30 persennya dari perempuan. Adapun yang sering ditemukan rentan usia 25 - 50 tahun.
"Kasus yang berusia di bawah 20 tahun dan di atas 50 tahun juga ada ditemukan," ujarnya.
Baca juga: Gerebek Rumah di Indrasari Martapura, Satresnarkoba Polres Banjar Amankan Pria Ini dan 6 Paket Sabu
Baca juga: Penjambret Perempuan di Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin Diringkus Polisi, Pelaku Pemuda Pengangguran
Selain itu, menurut Riza, untuk stok obatnyal terbilang cukup untuk tiga bulan mendatang. Dan sebelum stok habis, menghubungi Kementerian Kesehatan untuk mengirimkan lagi.
Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dalam memperingati hari AIDS Sedunia memprogramkan layanan kesehatan untuk para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), bisa melalui puskesmas di sekitarnya.
"Program 2023, sudah ada pelayanan kesehatan melalui puskesmas di 9 kabupaten dan kota," sebut Riza.
Nanti yang memberikan layanan melalui puskesmas. yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).
Disampaikan Riza, penanganan HIV/AIDS rumah sakit masih terbatas. Pengobatan hanya ada di rumah sakit yang letaknya di perkotaan.
Baca juga: Gelapkan Mobil Rental untuk Main Judi di Kalteng, Pria Asal Murung Pudak Tabalong Ditangkap di Jambi
Baca juga: Dibekuk Polisi Polsek Batibati, Warga Aranio Kabupaten Banjar Terbukti Simpan Sabu di Kantong Celana
"Sedangkan pasien HIV tidak semua beralamat di perkotaan. Karena hal itulah yang membuat para pasien terputus pengobatannya," jelas dia.
Dengan pemberian layanan kesehatan melalui puskesmas terdekat, diharapakan dapat memudahkan para penyitas HIV/AIDS untuk terus berobat.
Sementara itu, dalam pemberian pelayanan tentunya para perawat dan dokter dilatih dalam penanganan HIV/AIDS agar dapat bertugas di puskemas Kabupaten dan Kota.
"Yang merawat itu nantinya akan dibekali ilmu konseling, harus bisa berkomunikasi supaya mampu menggali informasi penting dari pasien. Apabila pasien terkonfirmasi positif, maka akan ditanyakan lebih lanjut telah berhubungan intim dengan siapa saja," katanya.
Hal tersebut digencarkan, menuju target tahun 2030 mendatang tidak ada penyitas HIV/AIDS. Pihak kesehatan berusaha mendeteksi kasus HIV sedini mungkin melalui berbagai tahapan, dan mengobatinya agar tidak menularkan kembali.
"Karena HIV/AIDS seperti piramida, bisa saja yang terdeteksi saat ini hanyalah bagian atas piramidanya dan bagian bawahnya masih banyak yang belum terdeteksi," ujarnya.
Pengelola Program HIV merumpamakan, di RS B tidak ada pasien penyitas itu belum tentu bisa dikatakan aman. Karena siapa tau masih ada pasien yang belum terdeteksi.
"Maka semakin banyak yang cepat terdeteksi, itu malah semakin bagus karena untuk pengobatan kepada mereka segera dilakukan," tutur Riza.
Selanjutnya, dalam pendeteksian HIV tersebut pihak Kesehatan juga bergabung bersama dengan koalisi peduli HIV.
Terpisah, Koalisi Peduli HIV/AIDS Kalsel dalam membantu penyintas, melakukan pertemuan stakeholder dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia .
Baca juga: Mau Jual Hasil Aksinya, Dua Pencuri Motor di Banjarmasin Diringkus di Jalan Trans Kalimantan Batola
Baca juga: Pencuri Mesin Pompa BPK Komandan di Banjarmasin Ditangkap, Pelaku Ternyata Libatkan IRT
Sekretaris Koalisi HIV/AIDS Kalsel, Andi Hermawan, mengatakan, pihaknya mengadakan pertemuan tersebut untuk membantu para ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dalam pemberian informasi terkait jaminan pelayanan kesehatan.
"Acara tersebut turut dihadiri Dinkes Kalsel maupun Kota Banjarmasin, pasien ODHA, dan BPJS Kesehatan," imbuhnya.
Selain itu, Koalisi Peduli HIV/AIDS Kalsel terus gencar melakukan sosialisasi mengenai penangan HIV dan Aids dimulai dari sekolah, hingga lingkungan tempat tinggal.
"Melakukan sosialisasi juga melalui sekolah, turut mengedukasi HIV-AIDS. Karena diketahui bahwa penyakit HIV ini jangka waktunya lama seumur hidup," sebutnya.
Pihak Koalisi peduli HIV juga mendampingi orang-orang yang positif. Memberikan arahan kepada mereka yang positif agar tidak menularkan kepada pasangannya.
Baca juga: Tak Punya Cabang SPSI atau SBI, UMK HST 2023 Ikut UMP Kalsel
Baca juga: Rapat Penentuan UMK Tabalong 2023 Telah Dilakukan, Kadisnaker Sebut Lebih Tinggi dari UMP Kalsel
Baca juga: Kadisnakertrans Sebut UMK Tanahlaut Ikut UMP Kalsel 2023, Pertumbuhan Ekonomi Sempat Minus
"Menyosialisasikan juga para ibu yang positif pengidap HIV agar tidak menularkan kepada bayinya," imbuhnya.
Karena diketahui, penyembuhan pemberian obat tidak dapat membunuh penyakitnya, tetapi hanya dapat menidurkan penyakitnya saja.
"Bahkan rentan bagi orang yang pengidap HIV setelah berhenti untuk berobat karena merasa sudah sembuh. Padahal itu bisa menjadi pemicu memperburuk penyakitnya. Karena, obat yang dikonsumsi sebelumnya bisa tidak berlaku lagi," pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Mia Maulidya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Koalisi-Koalisi-Peduli-HIV-dan-AIDS-Kalimantan-Selatan-Selasa-29112022.jpg)