Jendela

Sinyal Geng Motor

Kenakalan remaja bukan hal baru. Usia remaja adalah masa transisi dari tahap kanak-kanak menuju tahap matang dan dewasa.

Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Mujiburrahman. 

Oleh: Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Mujiburrahman

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada minggu terakhir bulan Oktober 2023 lalu, warga Banjarmasin dibuat resah oleh aksi geng motor yang berkonvoi sekitar jam 1 hingga jam 3 dini hari, menyerang dengan senjata tajam siapa saja yang mereka temui di pinggir jalan, sambil merekam aksi tersebut menjadi video untuk disebarkan di media sosial.

Polisi kemudian menangkap 12 orang, 10 lelaki dan 2 perempuan, semuanya usia remaja.

Pada Sabtu dini hari, 11 November 2023 kemarin, polisi kembali menangkap 15 orang, 12 lelaki, 3 perempuan, usia 12 hingga 18 tahun, yang melakukan aksi serupa dan melukai 4 orang.

Kenakalan remaja tentu bukan hal baru. Usia remaja adalah masa transisi dari tahap kanak-kanak menuju tahap matang dan dewasa.

Sebagai masa transisi, wajar jika masa remaja itu penuh gejolak. Seorang remaja biasanya secara fisik sudah seperti orang dewasa, termasuk secara seksual sudah aktif.

Namun, secara kepribadian dia belum benar-benar bisa dianggap dewasa.

Ia masih perlu berjuang untuk membekali diri dengan ilmu, keterampilan dan jejaring sosial agar kelak bisa hidup mandiri, tidak tergantung pada orang lain, sehingga pantas dianggap dewasa.

Darah muda, darahnya para remaja. Yang selalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah. Masa muda, masa yang berapi-api. Yang maunya menang sendiri. Walau salah tak peduli. Biasanya para remaja, berpikirnya sekali saja, tanpa menghiraukan akibatnya.”

Demikialah lirik lagu Rhoma Irama yang dengan tepat dan indah menggambarkan gejolak psikologis remaja.

Secara khusus, lirik lagu ini terasa sangat pas untuk anak-anak geng motor di atas. Kepada mereka Rhoma berpesan, “Wahai kawan, para remaja. Berpikirlah dalam melangkah, agar tidak menyesal akhirnya.”

Tentu saja, kenakalan remaja tak hanya disebabkan oleh kondisi kejiwaannya yang labil, tetapi juga karena pengaruh lingkungan, terutama keluarga.

Selidikilah anak-anak yang nakal, biasanya Anda akan temukan masalah dalam keluarganya.

Tak jarang anak menjadi nakal karena orangtua terlalu sibuk, baik karena terlalu miskin atau terlalu ambisius ingin lebih kaya, sehingga anak kurang diberi perhatian dan kasih sayang.

Dalam kasus geng motor di atas, kita bisa bertanya, mengapa anak-anak itu keluyuran tengah malam hingga dini hari? Apakah orangtuanya mengizinkan atau tak peduli?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved