Berita Kesehatan

Setop BAB di Sungai Cegah Kanker

Masyarakat Kota Banjarmasin juga tak lepas dari penyakit kanker. Diantaranya, disebabkan faktor lingkungan seperti buang air besar (BAB) di sungai

Tayang:
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Dok
Jamban apung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masyarakat Kota Banjarmasin juga tak lepas dari penyakit kanker. Pada 2023, ada 25 warga yang terkena kanker serviks, kanker payudara 81 kasus, kanker paru 24 kasus, kanker kolorektal 7 kasus, kanker hati 7 kasus, kanker prostat 11 kasus, kanker kandung kemih 14 kasus, kanker tiroid 11 kasus, leukemia 13 kasus dan kanker abdomen 5 kasus.

Di antara kasus tersebut, ada beberapa yang disebabkan faktor lingkungan seperti kanker kolorektal paru.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin dr Tabiun Huda, Kamis (29/2/2024), memaparkan ada berbagai cara untuk pencegahan kanker kolorektal seperti Program Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar (BAB) sembarangan atau di sungai.

Ia menyebut Banjarmasin sudah mendeklarasikan 22 kelurahan ODF.

“Insya Allah April 2024, ada 11 kelurahan lagi yang mau deklarasi bebas ODF,” bebernya saat dikonfirmasi berkaitan Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari dan Hari Kanker Anak Sedunia pada 15 Februari.

Disebutkannya, Banjarmasin memiliki target 80 persen kelurahan bebas ODF.

Dijelaskannya, air sungai yang bersih merupakan sumber kehidupan dan lingkungannya jadi sehat.

Maka akan menurunkan resiko kanker. Khususnya kanker kolorektal.

“Pencegahan lainnya kami juga mengampenyekan pola hidup bersih sehat dengan Program Cerdik,” ujarnya.

Cerdik tersebut kependekan dari cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin olah raga, diet yang sehat, istirahat yang cukup dan kelola stres.

“Lingkungannya yang banyak asap rokok jadi pencetus kanker paru. Sampai saat ini tak ditemukan penyebab pasti kanker. Hanya ditemukan faktor-faktor pencetus sel kanker. Salah satunya ialah lingkungan yang kurang sehat, genetik dan gaya hidup,” jelasnya.

Dokter Teny Tjitra Sari dari Kelompok Staf Medis Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta menerangkan faktor penyebab dan gejala kanker pada anak dan orang dewasa berbeda.

Pada orang dewasa berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan. Sedangkan pada anak kebanyakan disebabkan interaksi dari berbagai hal, salah satunya genetik.

Di Kabupaten Baritokuala (Batola) juga terdapat penderita kanker. Namun saat ini hanya dialami warga dewasa.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Batola Ismet Zulkifli mengatakan pihaknya memiliki program deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara. Itu dilakukan melalui kegiatan IVA dan Sadanis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved