Opini Publik

Selesai MPLS Perlu Tambahan Etika Digital

Setelah selesai MPLS, yang tidak kalah pentingnya adalah pihak sekolah seharusnya menambahkan fakta dengan Orientasi pada Etika Digital

Editor: Hari Widodo
istimewa
Syaifullah, M.Pd Dosen FKIP ULM. 

Oleh : Syaifullah, M.Pd Dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat

BANJARMASINPOST.CO.ID - PROGRAM penanaman pengenalan lingkungan sekolah tetap sangat penting bahkan mungkin lebih relevan daripada sebelumnya.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024-2025 yang siap mental untuk lanjut sekolah umumnya berfokus pada persiapan psikologis, sosial, dan emosional siswa untuk menghadapi tantangan di lingkungan sekolah yang lebih besar, seperti SMP atau SMA bahkan mahasiswa.

Lembaga pendidikan harus menyediakan pemahaman tentang bagaimana anak-anak membangun pengetahuan dan mempersiapkan kesiapan kognitif mereka untuk menyerap pelajaran baru dan kompleks.  Selain itu menekankan pentingnya memahami variasi kecerdasan individu dan bagaimana pendekatan yang berbeda dapat membantu siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang lebih kompleks.

Menggarisbawahi pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran dan perkembangan anak, serta bagaimana peran dukungan sosial dan model peran memengaruhi siap mental siswa. Fokus pada bagaimana siswa secara aktif membangun pemahaman mereka sendiri melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan belajar.

Pada akhirnya pemenuhan kebutuhan emosional dan psikologis siswa untuk mendukung kesiapan mereka menghadapi perubahan dan tantangan baru di sekolah yang lebih tinggi.

Hal di atas tersebutkan ada interaksi, membangun kesiapan. Selaras dengan itu. selesai MPLS, pihak sekolah seharusnya menambahkan fakta dengan Orientasi pada Etika Digital dan Keamanan Online

Siswa perlu dipersiapkan dengan baik terkait penggunaan teknologi dan internet yang aman dan etis. Ini termasuk memahami pentingnya privasi online, perlindungan terhadap cyber bullying, dan cara menggunakan media sosial dengan bijak.

Mengenalkan siswa pada lingkungan sekolah mereka, termasuk infrastruktur teknologi yang tersedia misalnya, platform pembelajaran online, dan sumber daya digital, akan membantu mereka merasa nyaman dan terampil dalam menggunakan teknologi untuk tujuan pendidikan.

Mengajarkan keterampilan literasi digital seperti evaluasi informasi online, pencarian yang efektif, dan kritik terhadap sumber daya digital, merupakan bagian penting dari penanaman lingkungan sekolah di era digital ini.

Pembentukan komunitas tambahan seperti ini sebadan dengan sekolah yang inklusif, penanaman lingkungan sekolah tidak hanya tentang memperkenalkan fisikitas bangunan dan fasilitas, tetapi juga tentang membangun komunitas yang inklusif di mana semua siswa merasa diterima dan didukung, baik dalam interaksi langsung maupun digital.

Sampai akhirnya merujuk pada, keterlibatan orangtua. Melalui penanaman lingkungan sekolah, sekolah dapat melibatkan orangtua dalam mendukung keberhasilan siswa di era digital, termasuk bagaimana mendukung pembelajaran jarak jauh atau penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan.

Senada dengan itu, ada hal keprihatinan masalah digital yang sangat mengganggu untuk tujuan belajar di masa mendatang seperti keamanan dan privasi. Masalah keamanan digital seperti peretasan akun, pencurian identitas, atau serangan malware dapat mengganggu proses belajar dan mengancam keamanan informasi pribadi siswa serta data sekolah.

Di sisi lain, penggunaan berlebihan dan kurangnya pengendalian terhadap media sosial dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar. Hal ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan keseimbangan hidup secara keseluruhan.

Sementara itu kesulitan dalam mengevaluasi keandalan informasi online dapat menyebabkan siswa menerima informasi yang tidak benar atau tidak valid, yang akan mengganggu proses belajar yang efektif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved