Tajuk
Menunggu Debat Paslon Pilkada
KPU berencana menggelar debat paslon pilgub, seperti halnya pilpres. Melalui debat, masyarakat bisa tahu kemampuan paslon
BANJARMASINPOST.CO.ID - MASA kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 27 November 2024 telah berlangsung lima hari, tepatnya sejak 25 September.
Baliho pasangan calon (paslon) bertebaran di mana-mana di Kalimantan Selatan. Baik itu peserta pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan wali kota (pilwali) maupun pemilihan bupati (pilbup).
Namun demikian, kemeriahannya terasa kurang dibandingkan menjelang pemilihan legislatif (pileg) serta pemilihan presiden (pilpres) pada 14 Februari 2024. Wajar mengingat peserta pilkada hanya beberapa, sedangkan pileg ratusan bahkan ribuan orang.
Namun demikian bukan berarti pesta demokrasi ini tidak bisa digebyarkan. Masyarakat harus lebih mengenal calon pemimpin pemerintahannya.
Gubernur, bupati dan wali kota lebih penting dibandingkan anggota legislatif. Hal ini karena mereka menentukan jalannya pemerintahan, menentukan program pembangunan kota, kabupaten atau provinsi.
Sementara pengetahuan mengenai pasangan calon kepala daerah, bisa jadi tidak terlalu banyak. Hanya petahana yang biasanya lebih dikenal. Sedangkan di baliho hanya terpampang foto, nama dan slogan-slogan. Mau apa mereka jika terpilih, masyarakat tidak tahu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten, kota dan provinsi telah memublikasikan visi misi paslon. Namun banyak warga yang tidak memahani apa itu visi dan misi.
Sebenarnya, ada fasilitas yang bisa digunakan paslon untuk memperkenalkan diri kepada konstituen secara langsung yakni kampanye akbar atau rapat umum. Untuk paslon pilgub diberi kesempatan dua kali. Sedangkan paslon pilwali dan pilbup satu kali.
Namun saat dikonfirmasi, Minggu (22/9), tim paslon Muhidin-Hasnuryadi Sulaiman dan tim paslon Raudatul Jannah-Akhmad Rozanie Himawan Nugraha yang bersaing di pilgub menyatakan tidak akan menggunakannya. Pendekatan dari pintu ke pintu menjadi pilihan banyak paslon.
Masih ada yang bisa diharapkan masyarakat untuk mengetahui siapa paslon, apa programnya dan bagaimana gaya kepemimpinannya. KPU Kalsel berencana menggelar debat paslon pilgub, seperti halnya pilpres.
Debat pertama, KPU bakal mengadu visi misi cagub. Debat kedua antarcawagub. Debat ketiga debat paslon. Debat akan ditayangkan melalui siaran televisi dan dipandu moderator yang dipilih oleh KPU Kalsel.
Diharapkan debat juga digelar KPU kabupaten kota. Selain itu diharapkan debat jangan sampai hanya berupa tanya-jawab. Masyarakat ingin mengetahui kemampuan paslon berargumentasi mempertahankan programnya serta menjaga emosi saat mendapat masukan bahkan kritikan.
Masyarakat tidak ingin memilih kucing dalam karung. Masyarakat punya hak untuk tahu siapa calon pemimpin yang akan dipilih. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tajuk-Mudik-Bijak.jpg)