Erna Lisa Halaby
Ekonomi Digital dan Pemberdayaan UMKM Kota Banjarbaru
Saat ini, kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penggerak utama perekonomian nasional. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian
Oleh: Hj. Erna Lisa Halaby (Ketua Yayasan Abdul Aziz Halaby)
Saat ini, kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penggerak utama perekonomian nasional. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional mencapai sekitar 61,07 persen atau senilai Rp. 8.573,89 trilyun pada tahun 2021. Sementara sisanya, sekitar 38,93% disumbangkan oleh pelaku usaha skala besar.
Secara nasional, sebagian besar UMKM merupakan kegiatan usaha rumah tangga (home industry) yang menyerap banyak tenaga kerja. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2019, terdapat 65,4 juta UMKM yang menyerap tenaga kerja 123,3 ribu tenaga kerja.
Dukungan permodalan terhadap UMKM juga sangat kuat melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran KUR untuk UMKM berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, mencapai Rp. 178,07 triliun, tumbuh 16,25% tahun 2020. Atau meningkat menjadi Rp. 192,59 triliun, tumbuh 8,16% tahun 2021.
Kecenderungan yang sama juga terjadi di Kota Banjarbaru, bahkan jumlah pelaku usaha mikro (home industry) mencapai 12.224 unit usaha (Satu Data Banjarbaru, 2024). Pelaku usaha mikro terbesar terdapat di Kecamatan Banjarbaru Selatan dengan 4.392 pelaku usaha, kemudian Banjarbaru Utara sebanyak 2.803 pelaku usaha, dan yang terkecil adalah Cempaka dengan 1.516 unit usaha.
Sementara usaha skala kecil dan menengah jumlahnya lebih kecil, yaitu masing-masing hanya 78 unit usaha untuk usaha menengah dan 370 unit usaha kecil. Jumlah usaha kecil terbesar terdapat di Kecamatan Landasan Ulin dengan 119 unit usaha dan Kecamatan Liang Anggang dengan 112 unit usaha.
Jumlah usaha menengah dan besar hanya sekitar 14 unit usaha skala besar dan 78 unit usaha untuk usaha skala menengah. Jumlah unit usaha skala menengah terbesar terdapat di Kecamatan Liang Anggan dengan 38 unit usaha dan Kecamatan Landasan Ulim dengan 20 unit usaha.
Demikian juga untuk usaha skala besar terbesar di Kecamatan Liang Anggan dengan 8 unit usaha dan Kecamatan Landasan Ulin dengan 4 unit usaha. Sementara dua kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Cempaka dan Kecamatan Banjarbaru Selatan masing-masimg hanya 1 unit usaha besar. Tidak ada pelaku usaha skala besar di Kecamatan Banjarbaru Selatan.
Lalu pertanyaannya, seperti apa visi dan strategi pengembangan UMKM Kota Banjarbaru dalam 5 tahun ke depan? Langkah yang dapat dilakukan adalah membangun eksosistem ekonomi digital dengan mengintegrasikan pelaku UMKM ke dalam sistem e-commerce. Dengan terlebih dahulu mengatasi masalah ketimpangan akses (akses internet) dan literasi digital pelaku UMKM.
Pemerintah Kota Banjarbaru dalam 5 tahun ke depan akan memprioritaskan transformasi digital bagi pelaku UMKM. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat mewujudkan 30 juta UMKM untuk go digital pada tahun 2024. Sehingga dalam 5 tahun ke depan seluruh pelaku usaha UMKM Kota Banjarbaru memiliki akses e-commerce.
Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan, yaitu: (1) Mengatasi masalah ketimpangan akses digital pelaku UMKM. (2) Sejalan dengan pemerintah pusat, mengembangkan platform one stop shopping bernama UMKM go digital. (3) Mengembangkan layanan edukasi pemasaran digital untuk UMKM di Indonesia. (4) Mendorong peningkatan literasi keuangan digital bagi UMKM.
Salah satu yang akan menjadi perhatian pemerintah Kota Banjarbaru dalam 5 tahun ke depan adalah memperkuat enam pilar ekonomi digital, yaitu: (1) Pengembangan dan pemerataan infrastruktur digital hingga ke kelurahan dan desa. (2) Penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan dan keterampilan digital.
(3) Meningkatkan iklim usaha yang kondusif dan memperkuat keamanan siber, khususnya bagi UMKM. (4) Mendorong kegiatan penelitian, inovasi dan pengembangan usaha bagi UMKM. (5) Mengembangkan skim pendanaan dan investasi bagi UMUM. (6) Membuat kebijakan dan regulasi untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM.
Transformasi digital UMKM Kota Banjarbaru dalam rangka meningkatkan adopsi teknologi digital bagi UMKM sehingga mencapai sekitar 90?lam 5 tahun ke depan. Hal ini akan meningkatkan kontribusi UMKM dalam perekonomian Kota Banjarbaru dan sekaligus menjadi penggerak utama perekonomian kota dalam 5 tahun ke depan.
Transformasi digital UMKM Kota Banjarbaru dapat memberikan manfaat langsung kepada pelaku UMKM melalui peningkatan penjualan. Digitalisasi UMKM melalui platform e-commerce dalam bentuk online sales atau penjualan online dapat memberikan akses pasar yang lebih luas kepada UMKM tidak hanya pasar lokal Kalsel tetapi juga nasional dan bahkan internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Hj-Erna-Lisa-Halaby-Ketua-Yayasan-Abdul-Aziz-Halabys.jpg)