Fikrah
Itqan dalam Bekerja
DIRIWAYATKAN ratusan tahun lalu, seorang Kaisar Jepang memerintahkan seorang pelukis terkenal pada masanya untuk melukis seekor burung yang ganjil di
Oleh:
KH Husin Naparin Lc MA
Ketua MUI Provinsi Kalsel
DIRIWAYATKAN ratusan tahun lalu, seorang Kaisar Jepang memerintahkan seorang pelukis terkenal pada masanya untuk melukis seekor burung yang ganjil di waktu itu.
Sang Kaisar menunggu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, namun sang pelukis tidak pernah datang memenuhi permintaannya itu. la pun menjadi marah dan akhirnya pergi sendiri mengunjungi sang pelukis di sanggarnya untuk menanyakan tentang keterlambatan itu.
Setiba di tempat itu, pelukis tadi mempersilakan sang kaisar duduk. Lalu ia mengambil sekeping papan putih dan mulai melukis burung yang dimaksud sampai selesai dengan cepat sekali.
Lukisan tersebut indah dan rapi sekali, membuat sang kaisar dan para pengawalnya terheran-heran.
Sang Kaisar tampak takjub akan kecepatan, kemahiran dan keapikan tata lukisan itu sampai kepada yang kecil-kecil. Bertanyalah sang kaisar kepada pelukis tadi, mengapa ia terlambat memenuhi permintaannya sampai bertahun-tahun. Padahal lukisan itu dapat diselesaikan dengan cepat sekali.
Sang pelukis tidak menjawab, tetapi pergi ke gudang dan membawa berpuluh buah lukisan, dimana telah terlukis bagian-bagian badan burung yang dimaksud. Rupanya sang pelukis tadi melukiskan kepala burung itu, kedua matanya, paruhnya, lehernya, dua sayapnya, kakinya, kuku-kukunya sampai bulu-bulunya; tak satupun ketinggalan.
Lukisan-lukisan tersebut dijejerkan satu per satu dengan rapi dan teratur di hadapan sang kaisar. Si kaisar pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju, senang, takjub dan penuh pujian.
Dari sini muncullah kata-kata hikmah yang diwariskan turun-temurun di kalangan bangsa Jepang, bahwa keapikan (itqan) dalam bekerja secara menyeluruh tak lain adalah hasil keapikan (itqan) setiap bagian pekerjaan itu. Itqan dalam bekerja adalah dasar kesuksesan.
Jika anda ingin hidup sukses sepanjang tahun berusahalah agar anda sukses setiap bulan. Jika anda ingin hidup sukses setiap bulan berusahalah agar anda sukses setiap hari. Jika anda ingin sukses setiap hari berusahalah agar sukses setiap waktu. Hidup sukses yang dipenuhi keapikan tidak lain adalah hasil setiap detik-detik waktu yang sukses dan apik. Demikianlah hikmah dari Jepang.
Hikmah adalah sesuatu yang selalu dicari oleh manusia beriman, di manapun ditemukan, ia harus memungutnya karena ia lebih berhak terhadapnya. “Sesungguhnya, Allah SWT senang sekali bila seseorang di antara kalian bekerja, ia bekerja dengan itqan”, demikian dikatakan oleh Rasulullah SAW, dalam sebuah hadits beliau diriwayatkan Baihaqi dari Aisyah RA. Itqan dalam bekerja adalah salah satu syarat yang mengantarkan kerja bernilai ibadah. Ada lima persyaratan yang membuat kerja bernilai ibadah, yaitu: 1) Pekerjaan yang dilakoni disyariatkan sesuai agama; kerja yang bertentangan dengan ketentuan syariat tidak akan membuahkan ibadah; 2) Dikerjakan dengan niat yang baik, yaitu untuk beribadah atau sebagai sarana beribadah; 3) Dikerjakan dengan itqan, artinya dikerjakan sesuai dengan tuntutan pekerjaan itu, teliti, cermat, rapi, tidak serampangan dan sembrono; 4) Pekerjaan dikerjakan tanpa merugikan pihak lain, di sinilah Islam melarang bohong, tipu, zalim dan lain sebagainya; dan 5) Tidak melalaikan tugas pokok kepada Allah SWT dan kewajiban agama.
Demikianlah, seorang muslim bekerja bukan sekadar kerja untuk menumpuk harta. Dia bekerja dalam rangka ibadah, karena inilah tugasnya tercipta di dalam cakrawala kehidupan ini. Allah SWT berfirman: “Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”, (QS. Az Zariyat: 56). Siapapun Anda dan apapun pekerjaan Anda, mari semuanya bekerja dengan itqan. Selamat Hari Buruh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ketua-MUI-Kalimantan-Selatan-KH-Husin-Naparin-jumat-28072023.jpg)