Tajuk

Kekuatan Penyeimbang Dunia

BERBAGAI rekaman peluru kendali (rudal) Iran menghunjam sejumlah kota di Israel bertebaran di media sosial. Ini setelah Israel menyerang negeri

Editor: Edi Nugroho
Youtube @crux
PERANG IRAN vs ISRAEL - Ilustrasi: Tangkap layar siaran langsung serangan drone dan rudal Iran ke wilayah Israel, Sabtu malam (14/6/2025). Raungan sirine di dalam kota menggema seiring serangan tersebut. 

BERBAGAI rekaman peluru kendali (rudal) Iran menghunjam sejumlah kota di Israel bertebaran di media sosial. Ini setelah Israel menyerang negeri mullah tersebut.

Aksi balasan tersebut mendapat banyak dukungan. Pertama karena dinilai sebagai reaksi alias pembelaan diri. Kemudian serangan tersebut sebagai balasan atas apa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Kita telah menyaksikan bagaimana Jalur Gaza porak-poranda dibombardir Israel. Bahkan rumah sakit yang dibangun masyarakat Indonesia juga diledakkan negara zionis tersebut.

Kita juga kerap menyaksikan penderitaan wanita, anak-anak dan warga lanjut usia Palestina akibat agresi Israel. Kita hanya bisa menatap foto dan rekaman video tanpa bisa berbuat banyak.

Baca juga: Akta Notaris Segera Menyusul,  Ini Perkembangan Proses Pembentukan Koperasi Merah Putih di Tapin

Baca juga: Digerebek di Depan Istri dan Mertua, Buruh Ini Dibekuk Polsek Jorong Tanahlaut, Sita 28 Paket Sabu

Persoalan ini pula yang membuat Iran berkonflik dengan Israel. Negeri yang dipimpin ulama tersebut tidak rela rakyat Palestina menderita.

Hal yang sama dirasakan banyak rakyat Indonesia. Selain karena penduduk Palestina sesama muslim, Indonesia juga menentang penjajahan. Ini telah ditegaskan dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Indonesia juga tidak mengakui adanya negara Israel.

Demikian pula dengan Iran. Ini seperti yang ditegaskan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Dia menyatakan selama Israel terus melakukan agresi, negerinya tidak akan tinggal diam.

Terlepas sebagian masyarakat Indonesia tidak sepaham dengan Iran dalam hal agama, negara ini merupakan motor penggerak perlawan terhadap Israel di Timur Tengah. Rakyat Palestina tidak bisa begitu mengharapkan Arab Saudi, Mesir dan banyak negara kaya di Timur Tengah. Harapan lebih tertuju pada Iran, Yaman, Suriah, Lebanon yang terus dicabik-cabik negara barat. Harapan juga ditujukan kepada Indonesia meski jauh.

Pemerintah Indonesia perlu memainkan peran diplomasi yang lebih besar untuk Palestina dan untuk percaturan dunia. Hubungan dengan Rusia dan Cina perlu diperkuat, kendati kedua negara ini dijauhi di era pemerintah Orde Baru Presiden Soeharto.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin memberikan harapan baru. Apalagi Rusia adalah negara kuat baik di bidang pertahanan maupun ekonomi. Demikian pula Cina. Terlebih kedua negara tersebut juga membela Palestina.

Sudah saatnya Indonesia membuka mata dan membaca perpolitikan dunia. Jangan terbelenggu pada satu kekuatan dan memusuhi kekuatan lain. Dengan demikian kita bisa membebaskan rakyat Palestina dari penjajahan, sebagaimana mereka mendukung kita sewaktu memperjuangkan kemerdekaan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved