Kolom

Kebersamaan Ayah dan Anak, Momen Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah

Kegiatan ayah antar anak di Hari Pertama Sekolah sangat penting, Ayah merupakan sosok penting pada keluarga.

Tayang:
Editor: Irfani Rahman
Dok BPost Cetak
Teguh Pamungkas, Penyuluh Keluarga Berencana Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SETELAH dua pekan kondisi jalanan sepi, kini ramai lagi saat pagi hari. Masa liburan sekolah telah usai. Tepat pada Senin, 14 Juli 2025 anak-anak kembali aktif bersekolah.

Suka cita berangkat ke sekolah di tahun ajaran baru. Ada yang pergi ke sekolah dengan jalan kaki, ada yang menaiki sepeda, dan menggunakan transportasi umum. Tak kalah penting, ada pula yang diantar ke sekolah oleh ayah.

Ayah merupakan sosok penting pada keluarga. Di mana ia memiliki peran penting dalam pengasuhan. Salah satunya adalah hadir untuk turut serta mengantar anak ke sekolah. Apalagi kali pertama saat anak masuk sekolah. Karena ayah merupakan penanggung jawab sekaligus pelindung bagi keluarga.

Sementara bagi sosok ayah, kehadiran anak-anak bukan hanya amanah dari Tuhan, namun juga anugerah terindah yang mesti disyukuri.

Momen kebersamaan dengan anak sangat dinanti. Tanpa melihatnya bercerita mengeluh, ayah berusaha terus tersenyum tatkala membersamai anak-anaknya di berbagai momen.

Baca juga: Usia 100 Tahun

Apa yang dirasa ketika anak bersama sang ayah? Adalah tumbuhnya kedekatan emosional antara anak dan ayah, sehingga anak merasa percaya diri pada lingkungannya. Kedekatan emosional itu salah satunya terbangun dengan mengantar anak pergi ke sekolah. Dengan demikian, anak merasa enjoy dan memiliki kesiapan untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Alhasil, ingatan itu pun akan tergambar jelas sampai kapan pun tentang figur ayah. Seorang ayah tanpa henti mengajarkan perhatian, perilaku dan mental dalam keluarga, guna mengantarkan anaknya untuk menjadi pribadi-pribadi yang handal.

Tanpa telah memberikan rasa aman dan kasih sayang kepada keluarga. Mengantar anak ke sekolah dengan penuh kasih sayang, memastikan anaknya sampai di sekolah dengan baik. Dengan cintanya dalam keluarga tidak sebatas perasaan, tetapi diimplementasikan pada perhatian dan tanggung jawab.

Anak biasanya menggunakan kemampuannya guna menangkap sinyal kehidupan, baik di keluarga maupun ketika berada di sekolah dan masyarakat. Pola asuh dalam keluarga direspon anak dengan berbagai cara, dari mengingat, merekam dan meniru.

Lewat kebiasaan, misalnya anak melihat perilaku keseharian dari orangtuanya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik anak-anak yang berasal dari keluarga. Disadari atau tidak, begitu banyak pengetahuan yang telah diadopsi anak.

Jika kasih ibu sepanjang beta, maka kasih ayah di sepanjang perjalanan hidup. Peran ayah sangat penting dalam keluarga. Seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, kehadiran ayah sangat dinanti, terutama pada pendidikan keluarga.

Kehadiran ayah di keluarga mengajarkan pada kita tentang banyak hal, seperti; Pertama, mengajarkan ketabahan. Pundak manusia diciptakan sama, masing-masing ada dua bagian, satu di lengan atas kanan dan satu berada di kiri. Setiap orang dihadapkan pada masalah, begitulah yang dialami oleh ayah.

Meskipun masalah yang mendera sama, tetapi penerimaan dan sikap yang muncul pada seseorang bisa berbeda. Hal ini tentu dipengaruhi oleh ragam referensi dan kebiasaan dalam memahami keadaan. Perilaku yang muncul menentukan sikap berbeda guna menentukan jalan keluar dari masalah.

Dari sosok ayah, anak bisa belajar kesiapan pada berbagai keadaan. Apapun yang ada, itulah hasil yang diperoleh di mana ia telah melewati kejadian-kejadian sebelumnya. Belajar menguatkan posisi diri untuk mengubah kondisi dan keadaan, meskipun harapan yang ada tidak sesuai dengan kenyataan. Yang mana menerima dengan bijak penuh lapang dada.

Kedua, mengajarkan tanggung jawab. Mungkin awalnya banyak yang beranggapan bila mengurus rumah, mengasuh dan mendidik anak, serta memasak merupakan tanggung jawab seorang ibu. Tentu anggapan itu keliru. Karena sosok ayah adalah seorang penanggung jawab keluarga, ikut menentukan nasib anak-anaknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved