Sukses Story

Kuncinya Adalah Rasa Penasaran

Sebuah inovasi tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari upaya untuk mencari solusi atas permasalahan

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasin Post/Salmah
Muhammad Yusri Dzal Yahya 

Apa kontribusi Anda dalam proyek research and development di perusahaan maupun laboratorium?

Sebagai bagian dari tim Research and Development (R&D), fokus utama saya selalu pada inovasi desain dan optimalisasi proses. Saat di CV C-Maxi Alloycast, saya mendapat tanggung jawab khusus dalam perancangan dan pengembangan desain produk tungku peleburan aluminium. 

Proyek ini merupakan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk efisiensi energi pada tungku peleburan , di mana komponennya diproses melalui pemesinan, pengelasan, hingga perakitan.

Kemudian saat di PT Arai Rubber Seal Indonesia, kontribusi saya bergeser pada pemecahan studi kasus yang langsung menunjang kebutuhan lini produksi perusahaan. 

Beberapa proyek yang saya kerjakan antara lain perancangan layout Trial Engineer Room menggunakan 3D CAD, optimalisasi proses Deflasher termasuk desain Cryogenic Deflasher Basket, perancangan perkakas mekanik (Tool Design), hingga desain Jig dan Fixture untuk membantu teknik produksi di sana.

Saat di jenjang S2, saya tergabung sebagai anggota Laboratorium Solid Mechanics ITS. Di lab ini, riset saya lebih mendalam ke ranah akademis dan teknologi mutakhir, berfokus pada analisis numerik dan validasi eksperimental struktur lattice (Octet-Truss) yang dicetak dengan teknologi 3D printing untuk menguji kemampuannya dalam menahan beban kompresi.

Apa kunci keberhasilan Anda bisa meraih medali emas di kompetisi internasional seperti WYIIA dan WICE?

Alhamdulillah, bisa membawa pulang Medali Emas dari World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2021 dan World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2022 di Malaysia adalah kebanggaan tersendiri. 

Jika ditanya kuncinya, saya rasa ada tiga hal utama. Pertama adalah kepekaan terhadap masalah. Sebuah inovasi tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari upaya untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di sekitar kita. Juri di tingkat internasional sangat menghargai ide yang relevan dan solutif.

Kedua adalah metodologi riset yang kuat. Sebuah ide brilian harus didukung oleh pengujian yang terukur dan data yang valid. Pemahaman saya di bidang mechanical research and development sangat membantu dalam memvalidasi desain atau konsep yang kami ajukan di kompetisi tersebut, sehingga presentasi kami memiliki landasan ilmiah yang sangat kokoh.
Ketiga, dan mungkin yang paling penting, adalah kerja sama tim (teamwork). 

Memenangkan kompetisi internasional tidak mungkin dilakukan sendirian. Dibutuhkan tim yang solid, pembagian tugas yang jelas, dan komunikasi yang efektif untuk meramu berbagai sudut pandang menjadi satu karya tulis atau inovasi yang komprehensif. 

Semangat untuk terus mencoba, tidak takut gagal, dan disiplin dalam manajemen waktu juga menjadi bahan bakar utama kami saat itu.

* Bagaimana Andq mengembangkan keahlian di bidang FEA dan dapat sertifikasi internasional?

Untuk mengembangkan keahlian di bidang Finite Element Analysis (FEA), saya menyadari bahwa pemahaman matematis dari dosen saja tidak cukup; harus dibarengi dengan jam terbang menggunakan software standar industri secara langsung. 

Langkah nyata pertama saya adalah mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di CADFEM SEA Pte. Ltd., sebuah perusahaan yang memang berfokus pada simulasi engineering.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved