BTALK
dr Rudiansyah Pilih Kuliah Hukum di UT
Dengan sistem pendidikan jarak jauh yang fleksibel, memungkinkan siapapun termasuk pekerja untuk menempuh pendidikan tinggi
Meita: Jadi proses pembelajaran di UT itu memang sudah disiapkan dari hulu-nya. Ada katalog untuk mahasiswa memahami sistem UT nya sendiri. Itu kan harus dipelajari secara mandiri. Apabila dia mengikuti proses ini dengan baik, maka kompetensi mahasiswa itu sesuai dengan output yang kita harapkan. Artinya, setara dengan lulusan perguruan tinggi manapun.
Bagaimana pandangan Anda terhadap stigma terhadap UT?
Rusdiansyah: Di UT itu, kalau ujian biasanya memang sesuai jadwalnya saja. Tugas-tugas biasanya antara 2 sampai 3 kali dalam satu semester. Lebih banyak mempelajari mandiri. Karena kalau mencari teman, jujur saja susah di UT.
Anda adalah seorang dokter. Apa yang membuat tertarik untuk mengambil ilmu hukum di UT?
Rusdiansyah: Secara keilmuan memang sangat membantu sekali. Karena di bidang kedokteran banyak sekali permasalahan hukum yang sering terjadi. Misalnya, permasalahan malpraktik, atau permasalahan antara pasien dengan dokter atau dokter dengan dokternya juga.
Apa yang mendorong Anda sehingga terus untuk belajar?
Rusdiansyah: Karena ada rasa keingintahuan. Kalau hanya tahu sih, bisa saja. Tapi kan kita perlu legalitas juga.(msr)
| Strategi ‘Menteri Kesehatan & Keuangan Rumah Tangga’ Menghadapi Krisis Global |
|
|---|
| Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik Banjar Raya, Libatkan 3 Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Mengintip Peran Steward 'Melayani' Penonton dalam Pertandingan di Stadion 17 Mei Banjarmasin |
|
|---|
| Tiket Pesawat ke Banjarmasin Langka dan Mahal, Begini Penjelasan GM Angkasa Pura |
|
|---|
| Lika-liku Pemilihan Ketua KONI Kalsel, Siapa Nakhoda Baru Olahraga Banua? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Dekan-FHISIP-UT-Meita-Istianda-tengah-beserta-mahasiswa.jpg)