Tajuk

Menangi Laga Lewat Reshuffle

TERBARU Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet Merah Putih. Selama 11 bulan menjabat, tercatat sudah tiga kalI reshuffle

Editor: Irfani Rahman
Tangkapan layar dari YouTube Sekretariat Presiden
PELANTIKAN MENTERI BARU - Presiden Prabowo Subianto saat melantik sejumlah menteri dan wamen baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet Merah Putih. Selama 11 bulan menjabat, tercatat sudah tiga kali Prabowo melakukan perombakan terhadap kabinetnya.

Reshuffle pertama dilakukan pada Februari 2025. Lalu pada September ini, Prabowo melakukan dua kali reshuffle. Pertama dilakukan pada 8 September 2025 dan kedua, 17 September 2025.

Pada reshuffle, Rabu (17/9), Prabowo mengganti satu menteri, satu wakil menteri (wamen), dan dua kepala badan. Salah satu pejabat yang kena reshuffle adalah Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Sulaiman Umar, asal Kalimantan Selatan.

Adik ipar pengusaha batu bara Kalsel, Andi Samsuddin Arsyad atau yang dikenal dengan sapaan Haji Isam, itu digantikan oleh Rohmat Marzuki. Sebelum dilantik sebagai Wakil Menteri, Rohmat menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah dari Partai Gerindra.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo menyatakan reshuffle jilid ketiga ini bertujuan memperbaiki kinerja pemerintah. Dia pun menganalogikan reshuffle ini sebagai pergantian pemain dalam pertandingan sepak bola. Tujuannya adalah bisa memenangi laga atau pertandingan.

Menurutnya, pergantian menteri bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan harus menjadi momentum perbaikan sistem pemerintahan dari segala aspek. Apalagi keterkaitan dengan hajat hidup masyarakat Indonesia.

Bisa dibilang, reshuffle ini sebagai sinyal dan bentuk adanya persoalan serius dalam koordinasi politik dan keamanan serta perekonomian Tanah Air. Pergantian ini tidak harus jalan di tempat, melainkan pergerakan yang selalu menuju kecenderungan terhadap perubahan yang signifikan.

Pemerintah bisa saja menyampaikan beribu alasan untuk membenarkan kebijakan yang diambil, termasuk soal reshuffle ini. Namun tentunya, tetap penting membangun sistem transparan dan keterbukaan, agar praktik-praktik yang melemahkan demokrasi dan merugikan rakyat bisa dihentikan.

Reshuffle seyogyanya tidak sekadar mengganti ‘pemain’. Tapi benar-benar ditujukan untuk meraih tujuan besar menjadi bangsa yang besar, makmur dan sejahtera secara adil dan beradab.

Apalagi kinerja pemerintah saat ini sedang menjadi sorotan, di tengah ketimpangan ekonomi, sosial, dan hukum akibat ulah sebagian pejabat negara.

Mafia hukum dan korupsi merajalela. Ditambah lagi sikap pejabat yang nirempati meskipun mendapat beragam fasilitas dan guyuran tunjangan yang besar, sementara rakyat dibebani kenaikan pajak. Hal ini pula yang memicu demonstrasi besar-besaran di sejumlah daerah belum lama ini.

Semoga reshuffle tidak sekadar bongkar pasang orang, tapi benar-benar bisa mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan mengutamakan kepentingan rakyat. Seperti disampaikan Mensesneg, yakni untuk memenangi laga dengan memperbaiki kinerja pemerintah. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved