Kolom
Jeda di Zaman Bergegas
Baru saja kita bertemu Tahun Baru, semakin tua usia kita. Idealnya, semakin tua, semakin bijaksana
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kawasan di Kalimantan Selatan juga terkena banjir yang menyengsarakan warga. Kita semua juga tahu, sebab utama di balik ini adalah keserakahan manusia yang tega merusak alam/hutan untuk memperkaya diri, keluarga, dan kroninya.
Padahal, bencana seharusnya juga menjadi jeda, momentum untuk berhenti sebentar, merenungi laku hidup yang telah dilewati, dan melakukan introspeksi. Bencana jelas bukan untuk dimanipulasi menjadi ajang pencitraan untuk pejabat atau sekadar menjaga gengsi sehinga tidak mau menerima bantuan kemanusiaan dari luar negeri.
Bencana adalah tantangan untuk bertindak cepat mengatasi kondisi darurat, lalu mengevaluasi mengapa bencana itu terjadi dan apa yang harus dilakukan agar hal serupa bisa dicegah di masa depan. Artinya, bencana seharusnya adalah jeda untuk berubah.
Demikianlah, begitu banyak jeda, halte, dan stasiun, dalam perjalan waktu, yang kita abaikan. Kita seolah ingin terus berjalan, meskipun tanpa tujuan yang jelas. Nanti, ketika perjalanan itu tiba-tiba sampai di terminal akhir berupa kematian, kita pun kaget dan tidak siap.
“Dia berkata, ‘wahai Tuhan, kembalikanlah aku (hidup di dunia), agar aku bisa berbuat baik yang selama ini kuabaikan’” (QS 23:99-100) atau dia berharap andai dirinya bukan manusia, tetapi tanah saja (QS 78: 40). Bahkan, tak perlu menunggu mati, sebagian pelaku kejahatan akan menyesal di dunia ini.
Sesal dahulu pendapatan. Sesal kemudian tidak berguna. Karena itu, Nabi bersabda, “Dahulukan lima sebelum lima. Mudamu sebelum tuamu. Sehatmu sebelum sakitmu. Kayamu sebelum papamu. Lapangmu sebelum sibukmu. Hidupmu sebelum matimu.” Seperti kata Alqur’an, kesempatan yang lima itu harus diisi dengan perbuatan baik, yakni amal saleh yang mendatangkan manfaat bagi diri sendiri, sesama manusia dan lingkungan, berdasarkan iman kepada Tuhan, dan diperkuat dengan saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran (QS 103).
Selamat Tahun Baru 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Mujiburrahman-Rektor-Universitas-Islam-Negeri-UIN-Antasari-Banjarmasin3.jpg)