Fikrah

Wasiat Ramadan Hasan Al Banna

Sepuluh wasiat Hasan Al-Banna seorang tokoh pergerakan dan pembaharuan Mesir. Jika diamalkan; kita akan mendapat kemajuan dunia dan akhirat

Tayang:
Editor: Hari Widodo
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ulama Kalimantan Selatan. 

KH Husin Naparin Lc MA, Ulama Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST-.CO.ID- KETIKA penulis masih aktif mengisi ceramah atau tausiah Ramadan, pernah mengangkat tema tentang wasiat Ramadan.

Wasiat itu diambil dari “Washaaya Al Asyar” sepuluh wasiat Hasan Al-Banna, yang merupakan seorang tokoh pergerakan dan pembaharuan Mesir kala itu.

Hasan Al-Banna seorang muslim yang taat, sederhana, ikhlas, dan gigih berdakwah serta berjuang menegakkan ajaran Allah SWT.

Ia mendirikan pergerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1928. Kendati pergerakan ini akhirnya dibubarkan oleh pemerintah Mesir pada tahun 1948.

Ia sendiri dipenjarakan dan akhirnya tewas terbunuh pada tanggal 12 Februari 1949.

Ide-ide Hasan Al-Banna tidak lepas dari situasi sosial politik Mesir pada waktu itu, dimana terjadi disintegrasi politik dalam negeri akibat persaingan tidak sehat antarpartai politik.

Pudarlah semangat nasionalisme dan lemah lah bangsa Mesir. Partai politik yang berkuasa waktu itu sudah tidak lagi berkiblat ke Islam dalam menentukan kebijakan politik tetapi sepenuhnya berkiblat ke Barat.

Seluruh aturan, kebiasaan, nilai-nilai moral, dan konsepsi politiknya berorientasi ke Barat.

Mesir tampaknya sudah melupakan Islam sebagai pandangan hidup. Rakyat jatuh miskin dan lemah.

Sumber daya alam dikeruk oleh orang-orang asing dan hasilnya mereka bawa ke luar negeri.

Terjadi pula kepincangan di bidang pendidikan, dimana sekolah-sekolah pemerintah hanya mementingkan pengetahuan umum dan sebaliknya mengesampingkan ilmu agama.

Sebaliknya sekolah-sekolah agama hanya mengutamakan ilmu agama dan tidak menghiraukan ilmu umum.

Hal ini diperparah lagi oleh adanya pengelompokan dan pemisahan tajam antara ahli agama dan ahli politik.

Ahli agama dipandang hanya berwenang berbicara mengenai agama, dan sebaliknya ahli politik hanya berwenang berbicara politik.

Muncul pula organisasi agama yang menyatakan diri tidak ada hubungannya dengan politik, seperti perkumpulan tasawuf.

Sebaliknya lahir banyak partai politik yang mengaku tidak ada hubungan dengan agama. Kemerosotan melanda Mesir di berbagai aspek kehidupan.

Semua ini menurut Hasan Al-Banna hanya dapat diatasi dengan kembali kepada Al-Qur’an dan hadis serta sirah Nabi SAW.

Islam adalah agama yang sempurna,mencakup semua aspek kehidupan, Islam harus dijadikan pedoman hidup. Inilah yang ia lontarkan sebagai reaksi terhadap sekularisme dan Westernisasi. (Lihat Ensiklopedi Islam 1 hal 233-234).

Muncullah sepuluh wasiat dari Hasan Al-Banna dimaksudkan untuk membentuk pribadi muslim yang tangguh. Pertama, perbaikilah dirimu dan serulah orang lain untuk memperbaiki dirinya.

Kedua, dirikanlah salat tatkala engkau mendengarkan adzan, betapa pun keadaan di waktu itu.

Ketiga, bacalah Al-Qur’an, telaah tafsirnya, dengarkan orang lain membacanya, zikirlah kepada Allah dan jangan engkau gunakan sebagian waktumu untuk hal-hal yang tidak berfaedah.

Keempat, jangan banyak berdebat dan jangan bertengkar, karena pertengkaran itu tidak akan mendatangkan kebaikan.

Kelima, jangan banyak tertawa, sebab hati yang berhubungan dengan Allah itu adalah tenang dan mantap.

Keenam, jangan suka berkelakar berolok-olok, sebab umat yang berjuang tidak mengenal selain kesungguhan.

Ketujuh, janganlah engkau keraskan suaramu melebihi yang diperlukan oleh pendengar, karena hal itu menunjukkan kebodohan.

Kedelapan, jauhilah menggunjing orang atau mencela organisasi Islam, dan janganlah berbicara kecuali pembicaraan yang baik.

Kesembilan, hendaklah engkau teguh pendirian, sabar ditimpa musibah dan bersyukur atas nikmat.

Kesepuluh, kewajiban selalu lebih banyak dari waktu yang tersedia, sebab itu bantulah orang lain untuk memanfaatkan waktunya. Jika engkau punya urusan, maka selesaikanlah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Demikian sepuluh wasiat Hasan Al-Banna, jika diamalkan; kita akan mendapat kemajuan dunia dan akhirat. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved