Fikrah
Rahasia Lailatul Qadar
Dia sembunyikan malam al qadar di sepanjang bulan Ramadan agar manusia beribadah sepanjang bulan Ramadan
KH Husin Naparin Lc MA, Ulama Kalimantan Selatan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Menurut para ulama ada sejumlah hal yang Allah SWT sembunyikan kepada para hamba-Nya untuk suatu hikmah.
Allah SWT sembunyikan rida-Nya di antara sejumlah ketaatan yang dipersembahkan oleh sang hamba, agar ia tidak meremehkan sekecil apapun ketaatan yang bisa dikerjakan, siapa tahu lewat itu Allah SWT menurunkan rida-Nya.
Dia sembunyikan murka-Nya di antara sejumlah maksiat yang dilakoni oleh sang hamba, agar ia tidak memperenteng sekecil apapun maksiat yang dilakukan, siapa tahu lewat itu Allah SWT menurunkan murkaNya.
Dia sembunyikan ijabah (perkenan)Nya diantara sejumlah doa yang dipanjatkan seorang hamba, agar sang hamba tidak malas berdoa, siapa tahu lewat itu Allah SWT menurunkan ijabah (perkenan)-Nya; kendati hanya seberkas doa.
Dia sembunyikan pula waktu mustajab di hari Jumat, agar sang hamba berdoa sepanjang hari dan malam Jumat.
Dia sembunyikan para wali-Nya di antara para hamba-Nya, agar seseorang tidak menghinakan siapapun, siapa tahu orang yang ia hinakan itu ternyata adalah wali (kekasih) Allah SWT.
Dia sembunyikan nama-Nya yang paling agung (al-isme al a’zham) agar sang hamba selalu menyebut-nyebut semua nama-nama-Nya yang baik (al asma al husna); ada pula yang menyatakan Dia sembunyikan al asma al husna itu di dalam Al-Qur’an dan Hadits, sehingga sang hamba berupaya mencarinya di dalam Al-Qur’an dan Hadits tersebut.
Dia sembunyikan salat al-wustha (yang paling utama) di antara salat fardu yang lima waktu sehingga sang hamba merasa semua salat itu utama.
Dia sembunyikan kapan ajal seseorang, agar sang hamba selalu siap menghadapi maut sepanjang waktu.
Dia sembunyikan rezeki, agar seseorang bekerja dengan sungguh-sungguh di sepanajang masa.
Dia sembunyikan kapan terjadinya kiamat agar manusia selalu memelihara ketaatan sepanjang zaman, siapa tahu pada hari itu akan terjadi hari kiamat.
Dia sembunyikan malam al qadar di sepanjang bulan Ramadan agar manusia beribadah sepanjang bulan Ramadan.
Rasulullah bersabda yang artinya: “Intiplah malam al qadar itu pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan” (HR Bukhari dari Aisyah r.a.).
Rasulullah memperbanyak salat dan iktikaf di masjid. Beliau tidak tidur bersama istri malah para istri dan semua anggota keluarga beliau bangunkan untuk menyemarakkan malam-malam itu dengan qiyamullail (salat malam), zikir dan iktikaf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kh-husin-nafarin-lc-ketua-mui-kalsel.jpg)