Fikrah

Hari Buruh

Islam telah meletakkan fondasi kemuliaan kerja dan keadilan bagi buruh sejak empat belas abad yang lalu, jauh sebelum munculnya revolusi industri

Tayang:
Editor: Hari Widodo
istimewa
KH Husin Naparin Lc MA, Ulama Kalsel. 

Seorang Muslim tidak bekerja dengan mentalitas malas atau sekadar menggugurkan kewajiban. Ia bekerja dengan prinsip Itqan, yakni melakukan pekerjaan secara tuntas, rapi, dan profesional. Setiap menit yang dialokasikan untuk bekerja adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan.

Seorang buruh yang mukmin memahami bahwa meski atasan tidak mengawasi, Allah Maha Melihat setiap gerak-geriknya. Kesadaran akan kehadiran Allah  inilah yang melahirkan integritas, sehingga ia terjauh dari praktik korupsi waktu, kecurangan, maupun tindakan yang merugikan perusahaan tempatnya bernaung.

Baginya, korupsi waktu, sabotase kerja, atau sikap asal-asalan adalah bentuk pengkhianatan terhadap akad yang telah disepakati. Integritas inilah yang kemudian mengundang keberkahan ke dalam rumah tangga. Sebab, harta yang bersih akan menjadi darah dan daging yang mendorong anggota keluarga melakukan ketaatan, sementara harta yang tidak jelas asal-usulnya seringkali menjadi sumber kegelisahan hati.

Hari Buruh harus menjadi momentum untuk membangun harmoni antara pemilik usaha dan pekerja. Keduanya bukan lawan yang harus saling menjatuhkan, melainkan mitra yang saling membutuhkan dalam bingkai ketakwaan.

Jika pemilik usaha bertindak adil dengan memuliakan hak-hak pekerjanya, dan para pekerja bertindak amanah dengan memberikan performa terbaiknya, maka keberkahan akan turun menyelimuti setiap rupiah yang dihasilkan.

Keberkahan itulah yang akan membawa ketenangan dalam keluarga, kesehatan bagi raga, dan kemudahan dalam segala urusan. Pekerjaan yang dilakukan dengan jujur adalah penggugur dosa dan sarana untuk meraih ridha-Nya.

Jadikanlah setiap tetes keringat yang jatuh sebagai tasbih kita kepada Allah. Jangan pernah merasa rendah karena profesi, sebab di mata Allah, yang paling mulia adalah yang paling bertakwa dan paling bermanfaat bagi orang lain.

Semoga lelah kita hari ini berbuah pahala yang mengalir, dan setiap usaha yang kita lakukan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.

Selamat Hari Buruh, mulialah dengan karya dan berkahlah dengan amanah. (*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved