Tajuk

Refleksi dan Resolusi

Menyambut tahun baru seyogyanya tidak sekadar bersenang-senang atau hura-hura. Sebab momen ini adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi diri

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Refleksi dan Resolusi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERGANTIAN tahun dari 2024 ke 2025 tinggal menghitung jam. Di momen ini, biasanya masyarakat merayakan penuh sukacita, tidak terkecuali di Kota Banjarmasin dan sekitarnya. 

Berbagai titik keramaian seperti Siring Menara Pandang, Siring Titik Nol, Kayutangi, dan pusat perbelanjaan Duta Mall kerap menjadi sasaran lokasi yang dipadati masyarakat yang menunggu detik-detik pergantian tahun.

Namun menyambut tahun baru seyogyanya tidak sekadar bersenang-senang atau hura-hura. Sebab momen ini adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Apa yang sudah dicapai atau kegagalan di tahun 2024, dan apa yang ingin diraih di tahun depan.

Banyak pelajaran sarat makna yang bisa kita dapatkan sebagai refleksi perjalanan sepanjang tahun ini. Pelajaran itu seharusnya menjadi bekal spiritual, moral, dan intelektual agar menyongsong tahun baru jauh lebih baik.

Menilik beberapa peristiwa besar yang terjadi di Banua, setidaknya ada sejumlah hal penting yang seharusnya menjadi pelajaran. Mulai dari masalah politik, pendidikan, hukum, lingkungan, kesehatan dan lainnya.

Antara lain, skandal 11 guru besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Lalu fenomena Pilkada Banjarbaru yang digugat dan saat ini masih berproses di Pengadilan Negeri Banjarbaru, dan Mahkamah Konstitusi (MK), juga ada kasus OTT KPK terhadap pejabat Pemprov Kalsel yang menyeret nama orang kuat di daerah ini. Sejumlah kasus itu hanya sedikit contoh yang harus kita jadikan refleksi dan pelajaran dalam menyongsong tahun depan. 

Dr. Carol Dweck, psikolog dari Stanford University yang terkenal dengan konsep growth mindset-nya, menekankan pentingnya refleksi sebagai bagian dari proses berkembang. Menurutnya orang dengan pola pikir berkembang melihat kegagalan sebagai peluang belajar, bukan penghalang.

Kalau ada hal buruk, tentu jangan kita ulangi. Jika ada hal-hal yang masih menjadi kelemahan harus diperbaiki. Dan hal-hal yang potensial untuk kita kembangkan di tahun yang akan datang, tentu harus menjadi prioritas dilaksanakan. 

Refleksi diri tak hanya tentang menilai masa lalu, tetapi juga merencanakan masa depan. Resolusi apa yang akan dilakukan di tahun depan. Untuk mencapainya, tentu memerlukan komitmen, tanggung jawab dan disiplin. Jangan terjebak pada eforia perayaan tahun baru saja. Sebab pergantian tahun hanyalah sebuah pergantian waktu. (*)

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved