Getaran Jokowi

SUKA tidak suka warga Indonesia kini memiliki presiden dan wakil presiden (wapres) baru, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

Editor: Dheny Irwan Saputra

Zaman Bung Karno jadi presiden, rakyat senang, di mana-mana dia disambut hangat, tidak formal, tidak ada rasa takut yang membuat jarak. Pemimpin yang baik memang harus dicintai rakyatnya.

Rakyat yang cinta kepada pemimpinnya tentu akan lebih mudah diajak kerja sama. Di saat susah pangan Bung Karno mengajak rakyatnya untuk mengencangkan ikat pinggang, semua menurut. Konfrontasi dengan Malaysia, rakyat mendukung. Perebutan Irian Barat (sekarang Papua) tak terbilang yang mau jadi sukarelawan.

Jokowi pasti bukan tandingan Bung Karno. Tapi dia juga dicintai rakyat, bahkan dalam pilpres punya relawan yang tidak sedikit. Mereka ini berperan besar untuk memenangkan Jokowi.

Relawan Jokowi-JK adalah orang-orang yang bekerja tanpa pamrih, tidak dibayar dan ikhlas. Mirip zaman Bung Karno dulu. Mereka hanya ingin Indonesia berubah.

Ratusan artis relawan yang tanpa dibayar menggelar konser akbar di Gelora Bung Karno saat penutupan kampanye, membuktikan hal itu.

Jokowi berangkat dari lingkungan yang bersih. Wajar ia meminta relawannya mengawal pelaksanaan program-programnya sampai 5 tahun ke depan agar pemerintahannya juga bersih. Mereka bukan laskar kesiangan. Getaran Jokowi menuju Indonesia Baru semakin terasa. Selamat bertugas Pak Presiden. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved