Ritual

SUDAH menjadi kebiasaan, tiap menjelang Idulfitri, semua orang menjadi sibuk luar biasa. Rakyat sibuk mempersiapkan hidangan lebaran,

Editor: BPost Online

Lagi-lagi saya harus memberi contoh dana aspirasi yang diusulkan DPR yang totalnya sekitar Rp 11 triliun setahun sebagai pengeluaran konyol kalau disetujui. Sebab uang ini akan dipakai untuk membangun daerah pemilihan anggota sebagai ucapan terima kasih.

Mendingan dipakai untuk membangun prasarana yang masih minim khususnya di luar Jawa. Atau bisa juga untuk membangun alutsista TNI yang sudah ketinggalan. Pesawat angkut Hercules yang berjatuhan diganti baru, kapal-kapal perang yang sudah tua diremajakan, tank-tank jangan lagi beli yang bekas. Dana aspirasi akan menimbulkan kesenjangan makin lebar antara Jawa dan luar Jawa.

Kembali ke persiapan mudik lebaran, rasanya akan lebih baik kalau persiapan infrastruktur dilakukan jauh hari, tidak usah nenjadikan mudik sebagai target proyek.

Jalan pantura Jawa antara Jakarta-Surabaya yang berjarak 900 an kilometer memang tak henti-hentinya diperbaiki sepanjang tahun, tapi toh menjelang lebaran sudah rusak lagi sehingga harus ada proyek baru.

Mengapa perbaikan itu tidak sekalian dengan peningkatan kualitas atau kelas jalan agar lebih awet. Truk bertonase lebih memang banyak melintas di jalur itu, tapi apa gunanya jembatan timbang kalau mereka lolos juga.

Jadi harus ada perubahan paradigma dalam pembangunan atau perbaikan infrastruktur. Tidak lagi ditarget untuk lebaran, tapi sebagai kebutuhan.

Dengan begitu perbaikan jalan, jembatan, maupun penyediaan sarana dan prasarana lain tidak menjadi acara ritual tahunan setiap menjelang lebaran. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved