Kolokan

AS memiliki CIA (Central Intellegence Agency) yang ditakuti banyak orang. Tugasnya mengumpulkan berbagai informasi tentang negara

Editor: BPost Online

***

Indonesia itu sudah memiliki segalanya. Sumber daya manusia tak diragukan, orang pakai gelar berderet-deret. Kepala Daerah, anggota DPR/DPRD adalah orang-orang pilihan yang mendapatkan kedudukannya lewat perjuangan berat. Sumber daya alam dan kemampuan ekonomi mumpuni untuk menciptakan kemakmuran.

Tapi kita memang sering kecewa dengan penampilan mereka. Pejabatnya korupsi, hakim/jaksa/polisi makan suap, pengacara nyogok dan anggota DPR jadi langganan tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima diduga korupsi.

Jadi yang kurang bukan kepandaian mereka, bukan kesanggupannya tapi integritas. Kepentingan pribadi tetap dinomorsatukan.

Jangan heran kalau korupsi tak pernah berhenti, partai-partai cari kursi dan pendukung penguasa menyombongkan diri. Ini pula yang menyebabkan Indonesia tidak bisa lepas dari ‘kebodohan’.

Banyu Biru itu pendukung Jokowi yang belum dapat kursi. Tanpa melihat karakternya, penguasa memberi jatah kursi panas padanya.

Karena tujuannya bukan untuk bekerja tapi sekadar gagah-gagahan maka terbongkar sendiri kesalahannya.

Indonesia kini tengah dihadapkan dengan ancaman teror yang serius. Polri dengan Densus 88 Antiteror dibantu TNI sampai saat ini tidak berhenti mengejar para teroris. Palu dan Papua adalah salah satu basis teroris yang masih sulit ditundukkan. Sebagai sumber informasi tentulah BIN memegang peran besar.

Karena itu, orang yang memperkuat BIN harus orang yang kapabel di bidangnya. Negara bisa aman, berbagai kejahatan, teror bahkan pemberontakan juga bisa diantisipasi karena ada intel. Jadi sistem rekruitmen harus diubah.

Untung Banyu segera ‘mengumumkan’ pengangkatannya. Kalau tidak kita bisa terjebak punya intel yang kolokan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved