FIKRAH

Kesabaran Rasulku

Dalam persepsi Islam, ada tiga macam sabar; Sabar untuk taat, sabar meninggalkan maksiat dan sabar menghadapi cobaan.

Editor: Elpianur Achmad
Net
KH Husin Naparin 

Beliau menolak dengan sabar, “Tidak usah, aku masih mengharapkaan dari keturunan mereka ada yang beriman,” kata beliau. Usai perang Hunain, Nabi SAW membagi ganimah, lalu ada yang dilebihkan untuk melembutkan hati mereka dalam Islam, seperti Aqra’ dan Uyainah masing-masing 100 ekor unta, dan beberapa tokoh Arab lain.

“Itu tidak adil,” kata seseorang. Nabi SAW pun berkata, “Siapa lagi yang adil selain Allah dan Rasul-Nya?”

Umar berang, “Penggal saja leher orang yang berkata itu,” teriaknya. Namun Nabi SAW melarang, beliau sabar atas tuduhan itu. Sabar terakhir bagi Rasul ialah ketika menghadapi sakit sakratal-maut. Aisyah RA berkata, “Aku tidak pernah melihat ada orang menderita sakit sakratal maut, seperti yang diderita oleh baginda Rasul.” (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved