BPost Cetak

Politisi PDIP Tolak Gerindra

elite partai politik pengusung presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menolak wacana bergabungnya Partai Gerindra

Politisi PDIP Tolak Gerindra
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Minggu (21/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Beberapa elite partai politik pengusung presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menolak wacana bergabungnya Partai Gerindra dan kawan-kawan selaku pengusung capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Koalisi Gerindra tidak perlu diberi akomodasi apapun karena sejak awal mengambil posisi sebagai kompetitor.

Hal tersebut disampaikan politisi senior PDIP Effendi Simbolon dalam diskusi bertajuk “Ngebut Munas Parpol” di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Effendi dengan tegas meminta Partai Gerindra tetap di luar pemerintahan atau bertindak sebagai oposisi. “Ya iyalah, biar di sana (Gerindra oposisi). Wong berbeda kok. Satu tahun lebih kita berbeda, dalam tanda petik, kita berseberangan,” ucap Effendi.

Ia menyarankan koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf untuk tidak memanjakan Gerindra dengan akomodasi dalam bentuk apapun.

“Saya kira cukup. Kami bukan musuh, bukan perang, (ini) hanya kontestasi lima tahunan semata, jadi tak perlu dimanjakan juga,” ungkap dia.

Baca: Saldo Wati Tinggal Rp 0, Nasabah Serbu Kantor Bank Mandiri

Baca: Remaja Disabilitas Penggemar Berat Pebulutangkis Kevin, Samuel Lega Bisa Foto Bersama Idola

Baca: Si Palui : Sandal Balu

Effendi mengatakan akan menjadi perusakan model demokrasi di Indonesia jika partai besutan Prabowo Subianto itu diterima bergabung dalam pemerintahan Jokowi.

Dampaknya, masyarakat akan mempersepsikan perpolitikan di Indonesia sebatas bagi-bagi kekuasaan. Ujung-ujungnya, tingkat apatisme masyarakat terhadap politik negeri sendiri makin meningkat.

“Saya kira parpol konsisten lah ketika dia berada berseberangan berarti berbeda visi. Kan air dan minyak tak bisa bersatu, tak mungkin. Tapi, semua harus patuh pada negara,” ujar Effendi.

Dewan Syura DPP PKB, Maman Imanulhaq yang juga menjadi pembicara dalam diksusi tersebut sependapat dengan Effendi.

Ia mengingatkan, kemenangan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019 tidak lepas dari kerja keras sepuluh parpol pengusung selama setahun terakhir, terlebih kader akar rumput atau relawan.

Dan selama setahun itu pula mereka bekerja keras memberikan klarifikasi atas narasi kecurangan yang dibangun oleh Partai Gerindra. Itu belum termasuk tuduhan kecurangan yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Selama satu tahun kita meyakinkan harus memilih Jokowi-Ma’ruf Amin, walau kita berhadapan dengan begitu banyak narasi politik termasuk narasi kecurangan,” ujarnya.

Baca: Polisi Tangkap Pria Ini Setelah Gelapkan 47 Mobil Rental, Modus Pelaku Sewa Mobil Kemudian Dijual

Baca: Edarkan Sabu, Polisi Tangkap Pria Ini Sebelum Melakukan Transaksi

Maman menyayangkan jika segala jerih payah para kader dan relawan itu dicederai dengan sikap akomodasi yang diberikan presiden terpilih.

“Tiba tiba, semuanya itu seolah-olah diakhiri ‘oh iya masuk aja’,” kata Maman.

“Politik adalah seni segala kemungkinan. Tapi, ini sangat menyakiti teman-teman relawan dan ini agak ganggu demokrasi,” sambungnya. (tribun network/dan/kcm/coz)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved