Berita Nasional

Pasang Ring Bikin BPJS Defisit, Menkes Terawan Sebut Tagihan BPJS Penyakit Jantung Rp 10,5 Triliun

BPJS Kesehatan tahun ini diperkirakan mengalami defisit hingga Rp 32 Triliun. Untuk menutupi itu, pemerintah memutuskan menaikan iuran BPJS.

Pasang Ring Bikin BPJS Defisit, Menkes Terawan Sebut Tagihan BPJS Penyakit Jantung Rp 10,5 Triliun
Kontan/Cheppy A Muchlis
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membeberkan layanan yang menyebabkan defisit BPJS Kesehatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BPJS Kesehatan tahun ini diperkirakan mengalami defisit hingga Rp 32 Triliun. Untuk menutupi itu, pemerintah memutuskan menaikan iuran BPJS hingga 100 persen.

Demi menekan biaya tagihan ke BPJS Kesehatan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberi peringatan pihak Rumah Sakit agar tidak memberikan pelayanan berlebihan pada pasien.

Ya, menurutnya banyak RS yang "nakal" dengan memberikan pelayanan berlebihan seperti pemasangan ring jantung dan proses melahirkan dengan operasi sesar padahal belum sesuai diagnosis.

 Akibatnya tagihan biaya layanan BPJS Kesehatan atas penyakit jantung mencapai Rp10,5 triliun dari RS di seluruh Indonesia.

5 Cara Menangani Serangan Jantung Harus Segera Dilakukan, Satu Diantaranya CPR dan Aspirin

Digerebek Polisi, Komplotan Penipu Lewat Telpon Kocar-kacir Loncat Pagar dan Sembunyi di Rumah Warga

Brokoli Ampuh Cegah Penyakit Paru, Ini Zat Yang Dikandungnya

Terancam Dihukum Mati, Kurir Sabu 42 Kg Sabu Ini Minta Pengampunan Majelis Hakim

Bus Tak Datang, Timnas U-23 Indonesia Jalan ke Tempat Latihan Jelang Lawan Thailand SEA Games 2019

"Jantung kemarin Rp10,5 triliun, masuk akal tidak? Ya tidak. Logika saja, tidak masuk akal," tutur Terawan.

Diketahui, menurut Mayo Clinic, pemasangan ring jantung ini bertujuan untuk menekan angka serangan jantung, hingga penyakit jantung koroner.

Biasanya, ring jantung bisa dipasang lebih dari 1 buah dalam 1 jantung, untuk satu ring jantung dibanderol harga mencapai Rp 80 juta rupiah.

Ilustrasi
Ilustrasi (banjarmasinpost.co.id/kompas.com/SHUTTERSTOCK)

Sementara itu, untuk layanan operasi sesar mencapai lebih dari RP 5 triliun.

 Terawan juga mencatat tindakan operasi sesar sudah mencapai 45 % dari seluruh tindakan persalinan di Indonesia.

Padahal, rujukan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan seharusnya hanya sekitar 20 % dari total kelahiran di suatu negara.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved