BPost Cetak

Hepatitis A Serang Pelajar di Banjarbaru, Harus Sering Cuci Tangan

Tak hanya di Banjarbaru, penyebaran Hepatitis A terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan di sejumlah daerah menetapkan status KLB

Hepatitis A Serang Pelajar di Banjarbaru, Harus Sering Cuci Tangan
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Sabtu (7/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak hanya di Banjarbaru, penyebaran Hepatitis A terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan di sejumlah daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Setelah di Pacitan Jawa Timur, kini Kota Depok Jawa Barat pun mengalami kejadian serupa.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Dirjen P2P Kemenkes), Anung Sugihantono, mengatakan sebanyak 262 pelajar di SMPN 2 Depok terindikasi Hepatitis A.

“Yang 171 sudah positif Hepatitis A dan sisanya masih dalam tahap gejala,” katanya dalam acara media briefing di kantornya, Rabu (4/12/2019).

Menurut Anung, penyebaran virus Hepatitis A di sekolah ini berasal dari Bogor. Berdasarkan penyelidikan, ini dimulai dari seorang pesuruh di sekolah tersebut.

53 Siswa SMPN 4 Banjarbaru Kena Hepatitis A, Mereka Bisa Ulangan Susulan

Atlet Kalsel Raih Emas SEA Games

Kisah Pembawa Rakit Bambu dari HSS ke Banjarmasin, M Noor Arungi Sungai Empat Hari Tiga Malam

Kalah 0-3 dari Semen Padang, Barito Putera Belum Lolos dari Degradasi

Dia kebetulan warga Bogor yang bekerja sebagai pembersih toilet dan juga berjualan di kantin sekolah. “Jadi virusnya bukan dari Depok tapi dari Bogor dibawa oleh pesuruh,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kewaspadaan, khususnya bagi masyarakat Depok dan sekitarnya, Anung mengingatkan agar memperhatikan kebersihan.

Misalnya, setelah pergi ke toilet, sangat disarankan untuk mencuci tangan. “Jika ingin mengonsumsi sayur, maka sayuran harus dicuci dulu dengan benar,” ingatnya.

Perlu diketahui, seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (6/12), Hepatitis A merupakan infeksi di hati yang disebabkan oleh virus.

Penyakit ini biasanya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh virus tersebut. Selain itu, kontak langsung dengan penderita Hepatitis A juga bisa menyebabkan kita tertular.

Virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui pusat penitipan anak dan tempat-tempat lain di mana orang berada dalam kontak dekat.

Ada pun gejalanya adalah kelelahan, tiba-tiba mual muntah, perut terasa sakit, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, gatal, mata kuning dan sendi nyeri.

Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2019, Catat Tanggalnya, Peserta Tak Lulus Ada Masa Sanggah

Dana Makan Minum Guru Pertengahan di Batola Cair Januari 2020, Perguru Dijatah Rp 3 Ribu

NEWSVIDEO : Kericuhan usai Pertandingan Kalteng Putra vs Madura United di Stadion Tuah Pahoe

Untuk mengurangi risiko penyebaran atau tertular, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Di antaranya selalu cuci tangan setelah menggunakan kamar kecil atau bersentuhan dengan orang yang telah terinfeksi.

Selain cara tersebut, kita juga harus melakukan vaksin untuk melindungi dari infeksi hepatitis A. Vaksinasi direkomendasikan untuk anak yang berusia di atas satu tahun.

Pada sebagian besar kasus, Hepatitis A bisa sembuh dalam waktu enam bulan tanpa kerusakan yang berlangsung lama. Untuk mempercepat proses pemulihan, harus istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi. (kompas/tempo)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved