Jendela
Nasihat
Manusia bukanlah makhluk sempurna. Karena itu, dia perlu nasihat. Nasihat adalah saran, anjuran dan petunjuk tentang kebaikan atau teguran
Penulis: nurlembang | Editor: Hari Widodo
Dalam keadaan demikian, pada umumnya orang akan kembali kepada lingkaran kecil dan dekat dalam hidupnya, yaitu keluarganya.
Ia perlu mendapat nasihat dari suami atau isterinya, saudara-saudaranya atau bahkan anak-anaknya. Jika hubungan dalam keluarga itu harmonis, nasihat mereka akan cenderung didengarkan. Bagaimanapun, ada kepercayaan yang lebih tinggi terhadap keluarga dibanding orang luar.
Namun, pada akhirnya, manusia perlu menasihati dirinya sendiri. Dia tak bisa hanya tergantung pada yang dituakan, guru, ulama, atasan, bawahan, yang muda, sahabat yang setara atau keluargannya.
• Wow! Harga Lobster Bisa Semahal Harley Davidson, Kok Bisa? Begini Jawabannya
• Baru Dua Minggu Bebas, Pemuda di Balangan Ini Kembali Diamankan Polisi, Ini Kejahatannya
• Bandara Warukin Tabalong Buka Rute Penerbangan ke Semarang 2020, Jogjakarta Berikutnya
Dia perlu menasihati dirinya sendiri dengan membaca buku-buku yang mengandung hikmat, mendengarkan ceramah atau menonton film. Dia perlu merenung, introspeksi, menghitung baik-buruk diri sendiri.
Alhasil, setiap kita perlu petunjuk dan peringatan dalam hidup. Kita perlu nasihat agar tidak tersesat. Nasihat yang paling diperlukan, kata Alquran, adalah tentang kesabaran dan kebenaran.
Kini kesabaran makin diperlukan untuk menghadapi budaya instan dan ujaran kebencian. Begitu pula, kebenaran sejati sangat penting untuk menghadapi serbuan pencitraan, berita bohong dan fitnah era pasca-kebenaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/profesor-dr-h-mujiburrahman-ma-rektor-uin-antasari.jpg)