Jendela

Nasihat

Manusia bukanlah makhluk sempurna. Karena itu, dia perlu nasihat. Nasihat adalah saran, anjuran dan petunjuk tentang kebaikan atau teguran

istimewa/mujiburrahman
Profesor Dr H Mujiburrahman MA Rektor UIN Antasari 

Namun, sebagian orang masih susah lepas dari gengsi. Mengakui dan menerima saran dari yang muda atau bawahan rasanya kok berat. Apalagi di era media sosial ini. Antara saran, nasihat, kritik dan caci maki kadangkala sudah bercampur baur.

Orang semakin subjektif. Segala sesuatu dinilai berdasarkan seleranya sendiri. Kalau sudah suka, dipuja bagai dewa. Sebaliknya, kalau sudah benci, dicaci bagai iblis.

Jika nasihat yang muda atau bawahan sulit diterima, maka orang perlu nasihat dari sahabatnya. Sahabat bukanlah teman biasa, melainkan teman yang sudah mengenal kita lahir batin dan selalu menginginkan kebaikan untuk kehidupan kita.

Orang yang dengki pada temannya yang sukses bukanlah sahabat. Orang yang mau berteman hanya karena ingin mendapat keuntungan laksana pedagang, bukan pula sahabat.

Masalahnya, sahabat sejati itu adalah makhluk yang langka. Ketika kita suka dan jaya, banyak orang yang mau mendekati dan menemani, tetapi ketika kita jatuh dalam kehinaan, sangat sedikit bahkan tidak ada orang yang mau mengenal kita. Apalagi di dunia politik, kawan dan lawan itu tergantung kepentingan. Jangan terlalu berharap ada sahabat yang selalu setia dalam suka dan duka di dunia semacam itu.

Dalam keadaan demikian, pada umumnya orang akan kembali kepada lingkaran kecil dan dekat dalam hidupnya, yaitu keluarganya.

Ia perlu mendapat nasihat dari suami atau isterinya, saudara-saudaranya atau bahkan anak-anaknya. Jika hubungan dalam keluarga itu harmonis, nasihat mereka akan cenderung didengarkan. Bagaimanapun, ada kepercayaan yang lebih tinggi terhadap keluarga dibanding orang luar.

Namun, pada akhirnya, manusia perlu menasihati dirinya sendiri. Dia tak bisa hanya tergantung pada yang dituakan, guru, ulama, atasan, bawahan, yang muda, sahabat yang setara atau keluargannya.

Wow! Harga Lobster Bisa Semahal Harley Davidson, Kok Bisa? Begini Jawabannya

Baru Dua Minggu Bebas, Pemuda di Balangan Ini Kembali Diamankan Polisi, Ini Kejahatannya

Bandara Warukin Tabalong Buka Rute Penerbangan ke Semarang 2020, Jogjakarta Berikutnya

Dia perlu menasihati dirinya sendiri dengan membaca buku-buku yang mengandung hikmat, mendengarkan ceramah atau menonton film. Dia perlu merenung, introspeksi, menghitung baik-buruk diri sendiri.

Alhasil, setiap kita perlu petunjuk dan peringatan dalam hidup. Kita perlu nasihat agar tidak tersesat. Nasihat yang paling diperlukan, kata Alquran, adalah tentang kesabaran dan kebenaran.

Kini kesabaran makin diperlukan untuk menghadapi budaya instan dan ujaran kebencian. Begitu pula, kebenaran sejati sangat penting untuk menghadapi serbuan pencitraan, berita bohong dan fitnah era pasca-kebenaran. (*)

Penulis: nurlembang
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved