BPost Cetak
Sulit Baca Gerak Bibir Jokowi
Angkie Yudistia, pendiri Thisable Enterprise, kini memiliki rutinitas baru. Ia menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo sejak sebulan terakhir
Wawancara Ekslusif Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden Jokowi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Angkie Yudistia, pendiri Thisable Enterprise, kini memiliki rutinitas baru. Selain fokus pada This Able Enterprise, social enterprise yang memberdayakan orang-orang disabilitas, dan menjadi ibu dua anak, Angkie menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo sejak sebulan terakhir.
Angkie, yang ditunjuk sebagai juru bicara presiden bidang sosial, harus belajar membaca gerak bibir Jokowi. Angkie adalah tunarungu dan perlu menggunakan alat bantu dengar sehingga membaca gerak bibir krusial bagi dia untuk menangkap pembicaraan orang.
Kepada tim Tribun Network perempuan berusia 32 tahun itu bercerita secara eksklusif bagaimana dia bisa ditunjuk menjadi staf khusus presiden, penyesuaian dirinya serta apa yang harus dia lakukan. Berikut ini petikan wawancara dengan Angkie di kantor Thisable Enterprise, Jakarta, Senin (23/12).
Bagaimana awal mula Anda ditunjuk sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo?
Berbulan-bulan sebelum tanggal 21 November itu, saya dipanggil. Kami melalui seleksi-seleksi. Awal mula dipanggil kami tidak tahu untuk apa karena saat itu kami kira mau audiensi biasa.
Jadi kami mengobrol banyak. Waktu bertemu presiden pertama kali, saya ditanya latar belakang pendidikan dan apa yang sedang dikerjakan. Berikutnya dipanggil oleh tim dari Pak Pratikno (Mensekneg) .
Saat itu saya bertemu dengan teman-teman (enam staf khusus lain). Menjelang 21 November baru kami dikasih tahu.
• Saat Ditemukan Terpanggang, Daniel Tewas Sambil Peluk Laptop, Jenazah Firmansyah Ditemukan Bersujud
• Punya 3.700 Koleksi Benda Bersejarah, Profesor Ini Bangun Museum Pribadi dan Karyawanya Segini
• MUI Kalsel Gelar Rakorda, Staf Khusus Presiden dan Wasekjen MUI Pusat Hadir, Ini Tema yang Dibahas
• Peluncuran Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru 2020, Ini Tahapan Pentingnya
Berapa orang yang mengikuti seleksi?
Itu dibagi pagi dan siang. Saya siang, ada tujuh orang. Tapi yang pagi ada lagi. Yang satu grup dengan saya hanya Belva. Walaupun mereka sudah selesai, kami sempat makan siang bareng.
Seberapa akrab Anda dengan Presiden Jokowi?
Sebelum sebagai staf khusus saya baru pertama kali bertemu dengan Pak Jokowi. Kami mengira akan kaku, tapi ternyata asyik karena kami sambil makan bakso. Waktu itu juga pertama kali ke istana.
Seperti apa suasana meeting pertama dengan Presiden Jokowi?
Di saat meeting, semua membuat laporan. Saya tipikal yang observasi, saya melihat dengan pandangan mata karena tidak bisa mendengar.
Saya memaksimalkan mata dan memilih untuk duduk di belakang. Dan yang lain laporan, kalau dibilang apakah saya bisa mengikuti ritme saat meeting itu, tidak. Karena saya harus pakai alat bantu pendengaran, bukan pengganti pendengaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bpost-edisi-selasa-24122019.jpg)