BPost Cetak

Kaburnya Harun Masiku, ke Singapura 2 Hari Sebelum OTT

Harun Masiku pergi ke Singapura sejak Senin (6/1/2020) atau dua hari sebelum operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kaburnya Harun Masiku, ke Singapura 2 Hari Sebelum OTT
Kompas.com
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Ahmad Basarah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menyesalkan calon legislatif partainya dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I, Harun Masiku, melarikan diri ke luar negeri.

“Baru kami dengar pada siang hari ini dan kalau itu benar tentu kami sangat menyayangkan kepergian itu,” ujar Wakil Ketua MPR itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1).

Menurut Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tersangka kasus penyuapan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan itu pergi ke Singapura sejak Senin (6/1/2020) atau dua hari sebelum operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga kemarin belum ada data, Harun kembali.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang, mengatakan Harun ke Singapura melalui Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten.

“Pergerakan setelahnya kita tidak bisa pantau,” kata Arvin.

Cuci Darah Cukup Finger Print, Thomas Tidak Lagi Bolak-balik Puskesmas

Warga Nateh Terus Perjuangkan Meratus, 1.507 Ha Hutan Desa Terdaftar di Kemenhut

Tabiat Teddy & Lina, Mantan Istri Sule Dibongkar Tetangga, Ibu Rizky Febian & Delina Disebut Begini

Ulah Syahnaz & Jeje Tempati Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Lahiran Berujung Masalah

KPK melakukan OTT terhadap Wahyu dan tujuh orang lainnya di Jakarta, Rabu (8/1). Khusus Harun, ia tak ikut ditangkap KPK karena menghilang.

Menurut Arvin, KPK hingga Senin belum mengirimkan surat permintaan pencegahan terhadap Harun dan pihak lainnya yang terlibat dalam kasus dugaan suap pengurusan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dari Fraksi PDIP Nazarudin Kiemas.

Ketua KPK, Firli Bahuri, memastikan pihaknya terus memburu Harun. Untuk itu, KPK menggandeng kepolisian dan Ditjen Imigrasi.

Firli pun memastikan penyidikan kasus ini sesuai undang-undang. Dia menepis anggapan bahwa kasus ini pesanan. “Jadi kami bekerja bukan karena permintaan,” katanya.

KPK berencana memasukkan Harun dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved