BPost Cetak

Kendati Praperadilan Ditolak, MAKI Akan Terus Gugat Kasus Harun Masiku

endati Praperadilan Ditolak, MAKI Akan Terus Gugat Kasus Harun Masiku, begini alasanya

Kendati Praperadilan Ditolak, MAKI Akan Terus Gugat Kasus Harun Masiku
BPost Cetak
BPost Edisi Selasa (18/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman memastikan akan terus mempraperadilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penanganan kasus suap caleg PDIP terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Dia tidak akan berhenti kendati praperadilannya ditolak. Itu karena Boyamin menuntut KPK menetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan pengacaranya, Donny Tri Istiqomah, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini KPK hanya menetapkan dan menahan Wahyu, mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan staf PDIP Saeful Bahri. Adapun, Harun Masiku selaku caleg PDIP yang disangkakan sebagai pihak pemberi suap belum juga ditangkap.

“Berkaca dari kemenangan praperadilan Century, MAKI siap gugat praperadilan KPK hingga enam kali kasus suap Harun Masiku kepada Wahyu Setiawan hingga ditetapkan tersangka baru,” kata Boyamin, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Cegah Virus Corona Masuk ke Kotabaru, ABK Sakit Ditangani di Kapal

Aib Rumah Tangga Lina & Teddy Dibongkar Nenek Rizky Febian & Delina, Mantan Sule Diperlakukan Begini

Lamaran Gading Marten ke Juria Hartmans Disebut Pria Ini, Eks Gisella Didukung Andhika Pratama

Suami Krisdayanti, Raul Lemos Pertanyakan Syarat Cerai, Nasib Pernikahan Ibunda Aurel Hermansyah?

Kemarin, hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Ratmoho menolak gugatan praperadilan dari MAKI yang meminta KPK menetapkan Hasto dan Donny sebagai tersangka dalam kasus suap Harun.

Hakim mengabulkan nota keberatan atau eksepsi KPK sebagai termohon yang menjelaskan pengusutan perkara yang menjerat Harun dan Wahyu masih berjalan di tahap penyidikan.

Hakim juga menilai KPK masih berupaya mengembangkan perkara. Hal itu ditunjukkan dengan bukti surat panggilan terhadap terhadap Hasto sebagai saksi pada 21 Februari 2020.

MAKI menilai lembaga antikorupsi yang kini dipimpin Firli Bahuri tidak menjalankan tugas dalam mengembangkan dan melanjutkan penyidikan dengan menetapkan tersangka baru, yakni Hasto dan Donny. MAKI menduga hal itu terjadi karena kekebalan profesi.

Dan tidak dijalankannya tugas pengembangan penyidikan dibuktikan dengan gagal dan batalnya KPK menggeledah kantor pengurus pusat atau DPP partai politik.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri mengapresiasi putusan hakim yang menolak praperadilan MAKI. Ali mengatakan pihaknya masih melakukan penyelesaian penyidikan kasus ini.

Soal permintaan tersangka baru, Ali beralasan hal itu mungkin bisa dilakukan KPK setelah ada fakta atau bukti baru dari persidangan tiga tersangka nantinya.

RUU Cipta Kerja Juga Diprotes DPR, Mahfud MD Bilang Salah Ketik

Aib Rumah Tangga Lina & Teddy Dibongkar Nenek Rizky Febian & Delina, Mantan Sule Diperlakukan Begini

Aksi Dewi Perssik Hamburkan Uang Saat Isu Dipecat dari LIDA 2020, Ini Nasibnya, Iis Dahlia & Soimah

KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) praktik dugaan suap caleg PDIP Harun Masiku terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait PAW anggota DPR RI periode 2019-2024, sejak 8 Januari 2020 atau lebih satu bulan lalu.

Harun selaku caleg PDIP diduga memberi duit suap Rp 600 juta kepada Wahyu untuk memuluskan pengajuan PAW anggota DPR untuk dirinya. Pemberian suap melalui perantara. (tribun network/ilh/gle/ter)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved