Berita Kalteng

Pemkab Kotim Lebarkan Jalan Tjilik Riwut Sampit, Bongkar Langgar GSB

Pemkab Kotim tengah merencanakan pelebaran Jalan Tjilik Riwut. Sejumlah bangunan yang melanggar GSB pun bakal dibongkar

banjarmasinpost/fathurahman
Pelebaran jalan Tjilik Riwut Sampit Trans Kalimantan arah Sampit-Palangkaraya, terus dilaksanakan, meski membongkar bangunan yang melanggar garis sempadan bangunan (GSB). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawarngin Timur, Kalimantan Tengah hingga, Selasa (31/3/2020) terus melakukan pelebaran Jalan Tjilik Riwut di Sampit yang merupakan Jalan Trans Kalimantan arah Sampit - Palangkaraya hingga ke Pangkalanbun.

Pelabaran jalan hingga 12 meter kiri dan kanan jalan masing-masing dilebarkan enam meter tersebut terpaksa membongkar rumah atau warung warga yang dalam pembangunanya melanggar garis sempadan bangunan (GSB) yang ada di sisi kanan dan kiri jalan yang dilebarkan tersebut, sehingga menurunkan alat berat untuk membongkarnya.

Beberapa warga yang ada dipinggiran jalan Tjilik Riwut pasrah dengan pembongkaran sebagian bangunan rumah atau bangunan lainnya yang melanggar GSB, karena, sejak awal pembangunan tidak memperhatikan ketentuan jarak bangunan dan jalan yang telah ditentukan untuk dilebarkan.

"Saat ini kena giliran rumah kami, untung rumah saya tidak kena, meski kami dipinggir jalan Tjilik Riwut, karena kami membangun agak jauh dari jalan sehingga tidak kena pelebaran jalan, bangunan kami aman. Tapi beberapa rumah sebelah kena, dibongkar bagian mukanya, karena masuk dalam zona pelebaran," ujar Sunar warga Jalan Tjilik Riwut, Selasa (31/3/2020).

Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh Kotim Bakal Jadi Taman Buaya Bisa Dongkrak Sektor Wisata Kotim

Diliburkan karena Virus Corona, Pelajar di Sampit Ini Malah Nonton Balap Motor, Alasannya Jenuh

VIDEO : Ratusan Warung dan Rumah di Jalan Tjilik Riwut Sampit Bakal Dibongkar

Namun begitu, meski sebagian rumah warga terutama dibagian teras depan dibongkar, menggunakan alat berat, warga tidak melakukan perlawanan, karena sudah dilakukan sosialisasi kepada warga hingga beberapa kali terkait pelebaran jalan tersebut.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi, mengatakan, program pelebaran jalan itu dilakukan terus dan akan tuntas hingga tahun 2021."Saat ini baru sampai Hotel Wella, nanti dilanjutkan dan dituntaskan hingga tahun 2021 mendatang, hingga termbus Bundaran Pemkab Kotim," ujarnya.

Direspon Positif

UPAYA Pemerintah Provinsi Kaklimantan Tengah yang memperlebar jalan Tjilik Riwut Trans Kalimantan arah Sampit-Palangkaraya, mendapat respon positif pengendara jalur yang padat dilalui kendaraan tersebut.

Beberapa pengendara yang melintas di jalur tersebut mengatakan, sudah selayaknya jalan trans kalimantan di dalam kota Sampit tersebut dilebarkan karena jalan tersebut sebelumnya sangat sempit untuk satu jalur susah dilalui dua mobil sehinga kadang sangat mengganggu.

"Setiap hari jalur jalan trans kalimantan atau Jalan Tjilik Riwut ini ramai dilewati pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Sampit ke Palangkaraya atau sebaliknya, namun selama ini jalannya sempit sehingga sangat mengganggu kelancaran kendaraan," ujar Abdiansyah, salah pengendara roda empat, Selasa (31/3/2020).

Sebab itu dia menilai pelebarab jalan yang dilakukan oleh pemerintan di Kotim sudah sangat tepat, karena semakin lama jumlah kendaraan yang lewat jalan tersebut juga akansemakin banyak sehingga sejak saat ini dilakukan antisipasi.

"Sudah selayaknya dilebarkan sejak saat ini," ujarnya lagi.

Pembangunan Jembatan Mentaya Masih dalam Kajian, Pemkab Kotim Rencanakan Pembangunan Pondasi

Wali Kota Palangkaraya Batasi Operasional THM, Kotim Batalkan Festival Habaring Hurung

Sementara itu, Kepala PUPR Kotim, H Makmur, mengatakan, tahun ini pelebaran jalan untuk sisi kiri dan kanan jalan masing-masing tenam meter baru sampai Hotel Wella, namun tahun depan rencananya akan ditambah lagi perpanjangannga hingga Bundaran Pemkab Kotim.

"Untuk kelanjutannya memang akan dilanjutkan dalam tahun 2021 mendatan, hingga dituntaskan, kami berharap untuk bangunan lainnya di kiri dan kanan jalan yang juga kena pembongkaran untuk pelebaran jalan sudah mengerti tentang hal ini, karena kami selalu sosialisasi kepada pemilik bangunan terkait pelebaran jalan tersebut,"ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved