Wabah Virus Corona
Apa Itu Antiseptik dan Disinfektan? Ini Penjelasan Langkap Peneliti UGM
Antiseptik dan Disinfektan terbuat dari bahan kimia yang dikhususkan sebagai zat pembersih dan pembunuh kuman.
Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Dalam literasi disebutkan, antiseptik dan disinfektan sama-sama digunakan secara luas sebagai cairan pembersih baik dalam dunia kesehatan maupun penggunaan sehari-hari.
Keduanya terbuat dari bahan kimia yang dikhususkan sebagai zat pembersih dan pembunuh kuman.
Hanya saja, memang, banyak orang berpikir bahwa antiseptik dan disinfektan adalah cairan yang sama.
Padahal, keduanya berbeda baik dari bahan pembuatnya hingga penggunaannya.
Bahkan saat ini, kedua cairan itu banyak digunakan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19. Selain rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir, bisa pula dengan memakai hand sanitizer.
• 7 Buah dan Sayur Tinggi Vitamin C, Cocok Jaga Daya Tahan Tubuh saat Corona
• Berjemur di Bawah Sinar Matahari, Ini Waktu Terbaik Menurut Dokter Santi
• Bagini Cara Tepat Bersihkan Belanjaan saat Pandemi Covid-19
Tak hanya itu saja, ada cara lain yang digunakan banyak orang yakni menggunakan antiseptik untuk membasuh tangan dan bagian tubuh, dan disinfektan yang disemprotkan atau diusapkan pada berbagai benda mati yang mungkin terpapar virus.
Bahkan kini muncul fenomena penyemprotan disinfektan secara masif pada berbagai tempat, tak terkecuali langsung kepada manusia. Alasannya untuk membunuh virus yang mungkin menempel pada baju atau badan manusia.
Tapi, sebelumnya alangkah baiknya jika Anda mengenali terlebih dahulu apa itu antiseptik dan disinfektan.
Merangkum laman resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ( UGM), berikut ini penjelasan Peneliti Fakultas Farmasi UGM Dr.rer.nat. Raden Rara Endang Lukitaningsih, S.Si., M.Si., Apt. dan timnya mengenai istilah antiseptik dan disinfektan.
1. Antiseptik
Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit dan membran mukosa.
Tujuannya ialah untuk mengurangi kemungkinan infeksi, sepsis atau pembusukan (putrefaction), maka digunakan antiseptik.
Beberapa antiseptik adalah germisida sejati, yang mampu menghancurkan mikroba (bakteriosidal), sementara yang lain bersifat bakteriostatik dan hanya mencegah atau menghambat pertumbuhannya.
Antiseptik sering digunakan misalnya untuk membersihkan luka, mensterilkan tangan sebelum melakukan tindakan yang memerlukan sterilitas (contohnya: povidon iodin, kalium permanganat, hydrogen peroksida, alkohol).
Hand sanitizer pada umumnya adalah mengandung antiseptik, seperti alkohol 60-70 persen. Kadar bahan aktif pada antiseptik jauh lebih rendah daripada disinfektan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/disinfektan-sangat-berguna-untuk-membunuh-kuman.jpg)