Berita Tanahlaut
Pemkab Tala Tak Pernah Kehilangan Uang Meski Gelontorkan Puluhan Miliar untuk UHC, Ini Rahasianya
Terungkap kenapa Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan tak mengeluarkan dana pada program Universal Health Coverage (UHC).
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejak beberapa tahun lalu Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelontorkan dana puluhan miliar untuk menopang program Universal Health Coverage (UHC).
Melalui program tersebut, seluruh penduduk Tala gratis ketika berobat di rumah sakit milik daerah. Tentu pada kelas perawatan yang telah ditetapkan yakni kelas III.
Berdasar catatan banjarmasinpost.co.id, Jumat (9/6/2023), Tala adalah daerah UHC pertama di Kalsel dengan bekerjasama dengan BPJS (Badan Pengelola Jaminan Sosial) Kesehatan Cabang Kalsel.
Melalui UHC, Pemkab Tala di bawah kepemimpinan Bupati H Sukamta menjamin seluruh penduduk setempat pada program BPJS Kesehatan.
Sukamta menegaskan selama dirinya memimpin Tala, UHC tersebut akan terus berlanjut. Dirinya juga meyakini pemimpin Tala yang akan datang juga akan melanjutkannya.
Baca juga: Sehari Tiga Kali Api Membara di Tanahlaut, Petugas Gabungan Berjibaku Lakukan Memadamkan
Baca juga: Tergiur Janji Umroh Gratis, Puluhan Jemaah Ini Malah Terlilit Utang Saat di Tanah Air
Pasalnya menurut Sukamta tidak ada alasan rasional untuk menghentikan UHC. "Karena Pemkab Tala tidak kehilangan uang sepeser pun. Justru dapat lebih dari yang dianggarkan, jadi malah surplus," sebutnya.
Karena itu ketika UHC tidak berlanjut, kata Sukamta, maka akan menjadi pertanyaan besar. Lebih dari itu juga akan muncul kegaduhan sosial karena masyarakat menjadi tidak terjamin lagi biayanya ketika berobat ke rumah sakit milik daerah.
Lebih lanjut Sukamta pemerintahannya menyiapkan anggaran sebesar Rp 54 miliar per tahun untuk program UHC tersebut.
Namun uang kembali mengalir ke pemerintahannya dari program tersebut jauh lebih besar dari itu.
Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini lantas membuka rahasianya. "Dulu saya tanya direktur RSUD Hadji Boejasin (RSHB), pendapatan terbesar didapat dari pos apa? Dijawab dari klaim BPJS Kesehatan, sekitar 70 persen," papar Sukamta.
Saat awal penerapan UHC, jelasnya, pemerintahannya menganggarkan Rp 50 miliar. Pendapatan RSHB dari klaim BPJS Kesehatan mencapai Rp 70 miliar sehingga surplus Rp 20 miliar.
Karena itu tahun ini dirinya menaikkan target pendapatan RSHB menjadi Rp 100 miliar. Dirinya yakin itu pasti bisa dicapai.
"Itu belum termasuk pendapatan serupa yang di RSUD KH Mansyur Kintap dan dari 22 puskesmas di Tala," sebut Sukamta.
Apalagi jika kelak RSUD di Kecamatan Bumimakmur, lanjutnya, telah beroperasi maka tentu kelak kian besar lagi uang yang mengalir dari klaim BPJS Kesehatan.
Sekadar diketahui saat ini pembangunan RSUD di Bumimakmur sedang berlangsung. Direncanakan tahun depan mulai operasional.
Kalimantan Selatan
Universal Health Coverage (UHC)
penduduk Tala
berobat gratis
Bupati H Sukamta
Banjarmasinpost.co.id
Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala)
Ponpes Asy Syuhada Tanahlaut Siap Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis |
![]() |
---|
Semarak Pantai Batakan Baru, Ratusan Layang-layang Dandang Beragam Hiasan Diterbangkan |
![]() |
---|
Kades Pagatanbesar Senang Warganya Dibantu Material Bangunan, Rumah Saniah Segera Diperbaiki |
![]() |
---|
HUT ke-67 SMPN 1 Pelaihari, Gelar Lomba Fashion Show hingga Bazar Antarkelas |
![]() |
---|
Bantu Perbaikan Rumah Reyot di Pagatanbesar, Anggota DPR RI Asal Kalsel Beri Material Bangunan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.