Tajuk

Makin Jujur Saat Ramadan

RAMADAN 1445 Hijriah telah tiba. Ada yang memulai bulan suci umat Islam tersebut pada Senin 11 Maret 2025

Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD SYAIFUL RIKI
Ilustrasi: Pengunjung gendong anak berbelanja di Pasar Wadai Ramadan di Nol Kilometer Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (23/3/2023). 

RAMADAN 1445 Hijriah telah tiba. Ada yang memulai bulan suci umat Islam tersebut pada Senin 11 Maret 2025, ada pula yang mengawalinya pada Selasa ini.

Tidak masalah. Terpenting adalah bagaimana mengisi Ramadan dengan ibadah yang lebih baik. Baik itu dari sisi jumlah maupun kualitas.

Tidak hanya berpuasa, tetapi juga menjalankan ibadah keseharian lainnya.

Mereka yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, layanilah masyarakat dengan lebih baik.

Baca juga: Tak Melulu Mengajar, Guru SDN 4 Kampung Baru Tanahbumbu Raih Sejumlah Medali dari Olahraga Gateball

Baca juga: Pengelola Warung Malam di Jalan Trans Kalimantan Batola Diancam Denda Kambing

Jangan puasa dijadikan alasan untuk datang telat dan pulang lebih cepat.

Jangan pula berpuasa dijadikan alasan untuk tidak sigap.

Mereka yang berprofesi sebagai aparat keamanan seperti polisi, berikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas terutama dalam beribadah.

Terlebih bagi pejabat seperti kepala daerah dan anggota legislatif.

Mereka dibayar untuk memikirkan masyarakat 24 jam. Mereka dibayar untuk memikirkan bagaimana membuat harga kebutuhan pokok masyarakat tidak melonjak naik.

Belakangan ini berbagai harga kebuhuhan pokok naik tinggi, bahkan jauh sebelum Ramadan. Masyarakat menjerit. Ini belum lagi menjelang Idulfitri.

Di saat bersamaan, matapencaharian semakin sulit. Kecuali bagi PNS. Ramadan belum tiba, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menyatakan tunjangan hari raya (THR) tahun ini akan dibayar 100 persen dari gaji. Sementara untuk pegawai swasta, belum ada kepastian apakah THR bakal dibayar.

Baca juga: Investor Ingin Rp 175 Juta Kembali, Satu Warga Lagi Lapor ke Polda Kalsel

Bahkan pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah belum bisa memberikan jaminan. Pernyataan bahwa perusahaan harus memberikan THR kepada karyawan biasanya disampaikan pada pertengahan Ramadan. Itu pun disertai toleransi bagi perusahaan yang tidak sanggup membayarnya.

Bagi pekerja swasta, Ramadan adalah momen untuk bekerja lebih keras. Mereka harus bekerja keras agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga guna mendukung ibadah Ramadan dan Lebaran.

Perlu diingat ada kebaikan di sini. Berjuang untuk menafkahi keluarga adalah ibadah yang besar pahalanya.

Ramadan tidak harus dijadikan alasan untuk mengendorkan perjuangan. Rakyat Palestina tetap harus berjuang untuk membebaskan diri dari penjajahan Israel. Bahkan sahid pada saat Ramadan tentu lebih besar pahalanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved