Opini
Refleksi Hari Buku Sedunia, Mempertahankan Eksistensi Buku
ADA sebuah ungkapan menarik yang penulis sampaikan di Hari Buku Sedunia 23 April 2024 terkait dengan buku. Ungkapan tersebut sering kita dengar.
Akan sangat mungkin jika minat dan budaya membaca buku cetak juga akan segera tergantikan dengan budaya membaca buku melalui fasilitas teknologi informasi yang namanya e-book.
Namun, harus diakui di era digitalisasi ini, buku tidak lagi menjadi “aktor tunggal” dalam mencerdaskan setiap manusia yang membacanya. Invasi internet belakangan ini telah membuat zaman bertransformasi menjadi era serba one click.
Kolaborasi antar keduanya diharapkan dapat membentuk dan menciptakan pemikiran yang lebih kompleks, sehingga kita yang sekarang dan dimasa yang akan datang tidak lagi buta dan tuli informasi.
Tak peduli apa dan bagaimanapun, instrumen yang digunakan, karena hal yang paling penting adalah MEMBACA itu sendiri.
Dengan membaca kita dapat meng-upgrade informasi yang kita terima menjadi sebuah wawasan dan pengetahuan yang pastinya akan berguna bagi kita kelak.
Terlepas dari semakin menjamurnya buku digital di era yang serba teknologi ini, hal terpenting yang dapat dilakukan adalah menumbuhkan minat terhadap buku sedini mungkin.
Berikan akses yang luas bagi mereka untuk dekat dengan buku-buku, kenalkan pada asyiknya aktivitas membolak-balikkan halaman buku agar kecintaannya pada buku semakin bertumbuh.
Secara esensi, buku tidak dapat tergantikan. Karena buku adalah minat. Dengan bertumbuhnya minat di dalam diri seseorang pada buku, apalagi jika sudah terbentuk sedini mungkin, maka buku tidak akan hilang dari kehidupan, buku tidak akan hilang dari dunia. Ia akan tetap ada di sudut-sudut kamar, atau di ruang baca yang ditata secara istimewa, karena buku tetap menjadi satu hal yang tidak dapat tergantikan secara fisik dan tetap terjaga esensinya. Secanggih apapun dunia menciptakan teknologi, buku akan tetap menjadi bagian teristimewa, pengantar ilmu pengetahuan dan wawasan dari kata demi kata yang tertera di selembar kertas hingga sampai ke alam pikiran dan hati seseorang, sebagai upaya mencerdaskan generasi bangsa di masa mendatang.
Maka bertemanlah dengan buku, habiskanlah siang malammu bersama buku, maka buku akan membawamu ke ujung dunia untuk menikmati semua yang sudah di ciptakan oleh sang maha Pencipta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pustakawan-UIN-Antasari-Banjarmasin12.jpg)