Tajuk
Evaluasi Sistem Zonasi
PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 tingkat sekolah dasar negeri di Banjarmasin telah berakhir.
PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 tingkat sekolah dasar negeri di Kota Banjarmasin telah berakhir.
Sedangkan, di beberapa Kabupaten kota di Kalsel baru akan berlangsung pada pekan ini.
Kekhawatiran sekolah akan kekurangan siswa terbukti sudah terjadi di Banjarmasin. Tak hanya sekolah di pinggiran, kondisi ini juga terjadi pada sekolah di perkotaan. Bahkan, sekolah berstandar nasional pun turut mengalaminya.
Kekurangan siswa baru ini, sebenarnya bukanlah hal baru terjadi di Kalsel. Setidaknya, beberapa tahun terahir ini dialami banyak sekolah.
Baca juga: Jalan Longsor Lagi, Sopir Travel Degdegan Lewati Km 85 Trans Batulicin-Kandangan
Baca juga: Penerimaan Peserta Didik Baru 2024, SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin Kalsel Tak Ada Pendaftar
Penerapan sistem zonasi bisa jadi menjadi salah satu pemicu kondisi ini terjadi. Penyebaran penduduk yang tidak merata membuat banyak sekolah kesulitan mendapatkan siswa baru dari sekitarnya.
Sementara, di tengah situasi demikian, banyak berdiri sekolah swasta berbasis keagamaan seperti sekolah islam terpadu dan pondok-pondok pesantren serta madrasah yang kualitasnya tidak kalah dengan sekolah negeri.
Selain punya program-program unggulan, sekolah-sekolah swasta berbasis keagamaan ini tidak menerapkan sistem zonasi seperti halnya sekolah negeri, sehingga siswa dari daerah manapun bisa masuk sepanjang memenuhi persyaratan yang diterapkan sekolah.
Dengan akses jalan yang begitu mudah, sekarang ini jarak juga tidak menjadi masalah bagi orang tua menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang diinginkan. Begitu pula biaya di sekolah swasta yang tentu lebih mahal, tidak menjadi masalah bagi orang tua dengan kemampuan finansial lebih.
Pemerintah seharusnya bisa mengevaluasi sistem zonasi dan kualitas pendidikan yang berlangsung selama ini di sekolah-sekolah negeri. Sudah saatnya, dilakukan evaluasi pula terhadap sekolah-sekolah yang selama ini kurang siswa. Ditelusuri, apa pemicu sehingga sekolah-sekolah itu kekurangan siswa.
Misal, jika karena anak usia sekolah tidak ada di pemukiman sekitar sekolah, maka sistem zonasi tidak bisa diterapkan. Satu-satunya jalan, sekolah harus mendapatkan siswa di luar zona lingkungan sekolah.
Untuk menarik minat orang tua menyolahkan anaknya di sana, tentu sekolah juga harus punya nilai lebih. Banyak yang bisa dilakukan, misal dengan menerapkan program-program unggulan yang membuat sekolah itu diminati orang tua siswa.
Tak hanya akademik, bisa dengan prestasi-prestasi di bidang olahraga, keagamaan hingga lingkungan.
Misal, dengan meraih status sekolah adiwiyata, itu sudah bisa meningkatkan citra sekolah. Kreatifitas pihak sekolah didukung pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan menjadi salah satu upaya untuk kembali meningkatkan minat siswa ke sekolah-sekolah yang kini kekurangan siswa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Penerimaan-Peserta-Didik-Baru-PPDB-di-Kota-Banjarmasin11.jpg)