Opini Publik

Sekolah Kekurangan Siswa, Apa Solusinya

Siswa menjadi masalah yang berulang kembali bagi beberapa sekolah dan menjadi momok bagi beberapa sekolah negeri atau swasta

Editor: Hari Widodo
Dokumentasi Banjarmasinpost.co.id
Maslani Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Kab Tanah Laut 

Oleh: Maslani Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tanah Laut

BANJARMASINPOST.CO.ID - KORAN BPost pada edisi Rabu (19/5/2024) menurunkan beritanya berjudul “ SDN Standar Nasional Minim Murid Baru” dengan subjudul” Disdik Banjarmasin Perpanjang PPDB”.

Kemudian, pada edisi Kamis (20/6/2024) menurunkan beritanya yang berjudul “ Murid Bakal Pindah” dan subjudul “ SDN Teluk Dalam 10 Tak Ada Pendaftar”.

Koran BPost tidak hanya memberitakan masalah kekurangan siswa pada  tahun 2024 ini saja, tetapi juga pemberitaannya sejak beberapa tahun lalu.

Misalnya pada Selasa (3/1/2023) dengan judul berita Sekolah Kekurangan Murid Bakal Digabung, yang memberitakan mengenai beberapa sekolah dasar (SDN) di Kota Banjarmasin yang kekurangan murid dan akan dilakukan penggabungan atau regrouping.  Lalu, Kamis (2/2/2023) dengan judul Disdik Kaji Dampak Penggabungan, dan subjudul Pemko Banjarmasin Wacanakan Regrouping Sejumlah SD.

Jika menelusuri lebih jauh ke belakang, koran BPost juga pernah menurunkan beritanya mengenai sekolah kekurangan siswa pada beberapa daerah di Kalimantan Selatan.

Dari apa yang diberitakan oleh koran tersebut di atas, bahwa menjelang tahun pelajaran baru kekurangan siswa menjadi masalah yang berulang kembali bagi beberapa sekolah dan menjadi momok bagi beberapa sekolah negeri atau swasta, karena berkurangnya atau tidak adanya siswa baru akan berdampak kurang baik terhadap keberlangsungan sekolahnya.

Wacana regrouping atau penggabungan sekolah menjadi isu yang mencuat kembali kepermukaan jelang tahun pelajaran baru. Namun terkadang isu tersebut akan lenyap seiring perjalanan waktu dan akan muncul lagi menjelang tahun pelajaran baru berikutnya.

Apakah masalah kekurangan siswa tersebut disebabkan oleh jumlah populasi anak usia sekolah yang makin berkurang, jumlah sekolah yang terus bertambah, atau ada  masalah lainnya? Jika merujuk pada pertumbuhan jumlah populasi anak usia sekolah yang dianggap mulai berkurang, maka tentunya program keluarga berencana telah berhasil menurunkan dan mengendalikan angka kelahiran selama beberapa tahun terakhir ini.

Satu sisi program pemerintah untuk mengendalikan jumlah penduduk berhasil dilaksanakan, namun pada sisi lain sekolah mulai mengalami kekurangan siswa baru pada setiap awal tahun pelajaran baru. Pertumbuhan anak usia yang cenderung menurun setiap tahunnya berdampak terhadap makin sedikitnya siswa baru yang masuk sekolah sebagaimana pemberitaan koran di atas.

Paradigma Orangtua Siswa
Adanya perubahan paradigma orangtua dalam upaya memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Seiring dengan perjalanan dan dinamika yang terjadi di masyarakat, beberapa tahun terakhir ini terjadi pergeseran pemikiran dan paradigma orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya.

Orangtua dari kalangan menengah ke atas dan berpendidikan yang baru memiliki anak usia sekolah lebih cenderung menyekolahkan anaknya di sekolah yang berbasis agama yang dikelola oleh swasta. Mereka tidak lagi terpaku pada sekolah negeri atau sekolah umum.

Sekolah berbasis agama yang dikelola oleh yayasan atau lembaga swasta terpercaya menjadi alternatif untuk menitipkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya meski dengan biaya yang relatif tinggi.

Mengutip pendapat dari  Muh.Yamin, dosen ULM Banjarmasin, dalam koran BPost (1/3/2023), hal tersebut menjadi bagian dari upayanya menguatkan karakter keagamaannya. Hanya sekolah agama, anak didik mengenal pendidikan agama lebih dekat dan lebih mendalam.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa preferensi orangtua ke sekolah agama membuktikan, sekolah agama lebih menjanjikan untuk penguatan karakter anak didik. Slot waktu mengenal agama lebih banyak ketimbang sekolah umum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved