Opini
Melawan Wabah Judi Online dengan Literasi Digital
DI era digital sekarang ini, internet menjadi sebuah kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Oleh : Faisal Rahman
Dosen Universitas Sari Mulia
Pandu Digital Purwa
DI era digital sekarang ini, internet menjadi sebuah kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari keberadaan internet, mulai dari askes informasi yang menjadi sangat mudah, komunikasi yang dapat terjalin tanpa batas ruang dan waktu, bahkan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti berbelanja dan belajar dari jarak jauh.
Teknologi digital memang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, namun tidak sedikit juga dampak negative yang disebabkan oleh kemajuan teknologi, khususnya internet dan dunia maya.
Salah satu dampak negatif yang paling banyak dirasakan belakangan ini adalahnya maraknya perjudian di dunia maya atau yang dikenal dengan judi online.
Baca juga: Seruan Anti-Politik Uang
Baca juga: Bawa Sabu 2 Kilogram, Pria Ini Dibekuk Petugas Polda Kalsel di Jalan Melati Indah Banjarmasin Timur
Judi online dapat memberikan dampak yang sangat buruk terhadap kehidupan seseorang, mulai dari kecanduan yang dapat menghancurkan kehidupan sosial seseorang, kerugian finansial yang dapat menjerumuskan seseorang bahkan oran lain di sekitarnya ke dalam lubang hitam kesengsaraan, hingga memicu terjadinya tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
Banyak penyebab kenapa judi online dapat dengan mudah mewabah di kalangan masyarakat, mulai dari akses yang sangat mudah, iming iming keuntungan instan yang dijanjikan membuat banyak orang tergiur, terlebih lagi mereka yang sedang mengalami kesulitan keuangan, hingga kurangnya literasi digital membuat masyarakat tidak memahami dampak buruk dari judi online itu sendiri.
Saat ini, Indonesia sedang dilanda wabah judi online yang sangat meresahkan, dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi transaksi terkait judi online yang sangat besar.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mencatat ada transaksi terkait judi online sebesar 57,91 triliun rupiah pada tahun 2021, pada tahun 2022 meningkat menjadi 104,42 triliun rupiah, dan 327 triliun rupiah pada tahun 2023.
Data ini menunjukkan bahwa transaksi terkait judi online terus meningkat dengan pesat dari tahun ke tahun. Menurut penuturan Menko Polhukam dalam konferensi pers pada 19 Juni 2024 yang dikutip dari tribunnews.com, masyarakat yang terlibat judi online ada 80 ribu orang berusia di bawah 10 tahun, 440 ribu orang berusia 10-20 tahun, 520 ribu orang berusia 21-30 tahun, 1,64 juta orang berusia 31-50 tahun, dan 1,35 juta orang berusia di atas 50 tahun. Artinya, masyarakat Indonesia yang terlibat dalam aktifitas judi online berasal dari semua generasi yang 80 persen diantaranya merupakan kalangan ekonomi menengah ke bawah. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran dan harus menjadi perhatian bagi pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat, diperlukan adanya aksi yang relevan untuk melawan wabah judi online di Indonesia sebagai upaya menyelamatkan generasi muda.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melawan merebaknya judi online di kalangan masyarakat, salah satunya dengan melakukan penguatan literasi digital. Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengevaluasi informasi di era digital.
Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan membaca informasi dari internet, tetapi juga tentang kemampuan memahami, menganalisis, dan menilai informasi tersebut secara kritis.
Individu yang memiliki literasi digital yang baik tidak hanya mampu mencari informasi yang akurat dan terpercaya, tetapi juga mampu menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, dan menciptakan sesuatu yang baru.
Dengan literasi digital yang baik, masyarakat dapat terhindar dari berbagai konten negatif, termasuk judi online.
Literasi digital yang dilaksanakan secara masif pasti dapat mengurangi aktifitas judi online di Indonesia karena masyarakat akan memahami bahaya yang dapat ditimbulkan oleh judi online sehingga akan cenderung tidak ingin terlibat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/v1Faisal-Rahman-Dosen-Universitas-Sari-Mulia.jpg)