Tajuk

Ironi e-Meterai CPNS

Masa pendaftaran CPNS diperpanjang di tengah banyaknya pelamar yang mengeluhkan terganggunya situs pembelian meterai elektronik (e-meterai)

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Ironi e-Meterai CPNS 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KABAR terbaru datang dari rangkaian seleksi Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pendaftaran CPNS resmi diperpanjang dari awalnya 6 September menjadi 10 September 2024. Masa pendaftaran ini diperpanjang di tengah banyaknya pelamar yang mengeluhkan terganggunya situs pembelian meterai elektronik (e-meterai).

Sejumlah dokumen CPNS memang harus dibubuhkan e-meterai sebagai tanda sah dan bukti legal. Namun, banyak pelamar yang tidak bisa bisa mengakses situs meterai elektronik untuk membelinya.

Peruri sebagai penyedia e-meterai pun mengklarifikasi bahwa laman penyedia meterai elektronik tersebut error seiring tingginya pengakses. Website layanan e-meterai mengalami lonjakan penggunaan yang mengakibatkan antrean cukup panjang bagi pengguna yang ingin mengakses layanan.

Bisa jadi ini merupakan kabar baik bagi calon pendaftar, karena masih ada kelonggaran waktu untuk ikut seleksi CPNS. Namun  di sisi lain ini menjadi ironi dari negeri yang ‘katanya’ menuju digitalisasi. Ternyata infrastuktur menuju ke sana belum sepenuhnya siap. Bahkan oleh perangkat negara sendiri.

Karena ujung-ujungnya, Badan Kepegawaian Negara memutuskan memperbolehkan para pelamar seleksi CPNS 2024 memakai meterai tempel. Langkah ini diambil demi kelancaran pendaftaran. Pelamar dapat memilih menggunakan e-materai maupun materai tempel.

Sepertinya ini menambah daftar gagapnya negeri ini terhadap perkembangan digital, atau sederhananya tranformasi dari layanan manual ke digital.

Beberapa tahun lalu saat badai pandemi melanda, masyarakat juga diminta melakukan vaksinasi yang kemudian datanya diunggah secara digital ke aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi ini dikembangkan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, dan salah satunya digunakan sebagai bukti untuk bepergian melalui berbagai sarana transportasi antardaerah.

Namun apa yang terjadi? Aplikasi mengalami gangguan, sehingga mereka yang akan bepergian menjadi terhambat, dan ujung-ujungnya kembali menggunakan bukti vaksin manual (print out atau kartu).

Kembali lagi mengenai pendaftaran CPNS. Adanya perpanjangan masa pendaftaran dan dimungkinkannya meterai tempel merupakan solusi jangka pendek yang kini ditempuh pemerintah. Tetapi ke depan dalam jangka panjang, pemerintah perlu lebih serius dalam menyusun roadmap digitalisasi.

Lihat saja sekarang sudah ramai KTP digital, lalu SIM digital, dan sertifikat tanah digital. Semua itu harus dijalankan dengan prasarana yang lengkap dan jangan sekadar coba-coba atau hanya supaya dibilang modern.

Modern tak semata dalam bentuk produk, tetapi juga cara berpikir dan bertindak dari aparat pemerintah. Karena digitalisasi bertujuan mempermudah layanan, bukan semata proyek. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved