Tajuk
Pesan Maulid di Musim Pilkada
Kaum muslimin setiap 12 Rabiul Awal, diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang biasa disebut Maulid Nabi
BANJARMASINPOST.CO.ID - SETIAP 12 Rabiul Awal, diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang biasa disebut Maulid Nabi. Ini khususnya terjadi di Indonesia dan sebagian negara Islam lainnya. Tahun ini, peringatan Maulid Nabi jatuh pada 16 September 2024.
Memang, 12 Rabiul Awal sebagai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW masih jadi perselisihan dari sebagian ulama. Ini terkait kekuatan dalil yang menyebutkan tanggalnya masih diperdebatkan.
Terlepas dari itu, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebenarnya bertujuan untuk mengingatkan kembali umat Islam agar selalu meneladani akhlak dan budi pekerti Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, dalam momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saat ini, ada sifat Nabi Muhammad SAW yang mestinya diteladani oleh para calon pemimpin mulai level kabupaten, Kota hingga Provinsi.
Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW menekankan pentingnya bersikap amanah. Ada beberapa ciri yang menandakan bahwa seseorang bisa disebut sebagai orang yang amanah.
Pertama, menepati janji. Orang yang memiliki sikap amanah adalah orang yang bisa dipercaya. Dalam arti lain, mereka bukanlah orang yang munafik. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika ia berbicara, ia berkata dusta, jika ia membuat janji, ia tidak menepati, dan jika ia dipercaya, ia berkhianat.
Tentunya, ini relevan bagi calon pemimpin yang bertarung di Pilkada nanti. Begitu banyak janji yang ditebarkan, sewajibnya ditepati.
Kedua, sifat jujur. Tentunya, ini wajib juga dimiliki calon pemimpin yang bertarung di Pilkada nanti. Ibnu Mas’ud RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Kejujuran mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Seseorang yang senantiasa berkata jujur akan dicatat Allah sebagai orang yang jujur. Sedangkan kebohongan, mengantarkan pada kedurhakaan, dan kedurhakaan mengantarkan ke neraka.
Terakhir, dipercaya banyak orang. Orang yang dapat dipercaya adalah orang yang senantiasa menjaga kepercayaan terhadap apa pun, dengan kata lain ia selalu amanah dan jika berjanji pasti ditepatinya. Orang yang amanah tentu akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang sekitar.
Semasa hidupnya, Rasulullah SAW selalu bersikap amanah sehingga mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Bahkan sebelum diangkat menjadi utusan Allah SWT pun, Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang amanah.
Bahkan, dia sampai dijuluki Al Amin yang artinya orang yang dapat dipercaya. Bagi calon pemimpin, mesti memegang teguh prinsip Al Amin ini. Dengan begitu, rakyat akan kembali percaya padanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tajuk-Mudik-Bijak.jpg)