Tajuk

Peringatan Lebih Awal

saat ini warga Kalimantan Selatan cukup was-was dengan cuaca yang kerap hujan,meski saat ini telah masuk musim kemarau

Editor: Irfani Rahman
BPBD Kabupaten Tapin
Anggota BPBD Kabupaten Tapin memastikan kondisi banjir akibat tanggul jebol yang melanda Desa Tandui, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (23/11/2024). Saat ini wilayah Kalsel masih dibayangi hujan lebat 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TAK sedikit warga di Kalsel cemas. Begitu hujan tak berhenti selama 5 sampai 7 hari, dipastikan bencana banjir akan menjadi ancaman warga. Kecemasan warga bukan tanpa alasan.

Pada 2021 silam, sejumlah daerah di Kalsel dilanda banjir yang cukup parah. Termasuk di Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanahlaut, dan Kabupaten Banjar.

Dari analisis Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kalimantan Selatan menjadi satu di antara 25 provinsi yang berpotensi mengalami bencana alam, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung.

Analisis BMKG dan BNPB ini perlu menjadi perhatian semua pihak karena saat ini sudah memasuki musim penghujan. Saat curah hujan tinggi tanpa henti tentu menjadi ketakutan tersendiri bagi warga Kalsel.

Baca juga: Nanti Kau Mencuri Dariku

Pihak Stasiun Klimatologi Kalsel, sendiri rutin mengeluarkan prakiraan cuaca harian hingga tiga hari, kemudian juga ada prediksi curah hujan per 10 hari, bulanan hingga per musim.
Stasiun Klimatologi Kalsel juga memprediksi musim hujan akan berlangsung sampai  Mei 2025.

Normalnya di Kalsel pada bulan tersebut sudah memasuki musim kemarau. Intensitas hujan di Kalsel terjadi bervariasi, mulai dari ringan, sedang hingga lebat gang berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang.

Di Tapin, baru saja terjadi tanggul di Desa Kambang Habang Baru, Kecamatan Tapin Selatan tak kuat menahan debit air hujan akibat cuaca ekstrem, Sabtu (23/11). BPBD Kabupaten Tapin memastikan tanggul jebol, sekitar pukul 20.05 Wita sudah berdampak.

Air dari tanggul jebol itu sudah menggenangi akses jalan di Desa Kambang Habang Baru sehingga kendaraan roda dua tidak bisa melintas.

Tak lama kemudian, jalan milik Pemerintah Kabupaten Tapin di Desa Bitahan Baru, Kecamatan Lokpaikat longsor, Minggu (24/11) sekitar pukul 06.30 Wita. Dampaknya warga yang ingin berbelanja ke Kota Rantau mengurungkan diri melintas di jalan longsor tersebut. 

Anggota BPBD Tapin sudah mengecek kondisi jalan yang longsor itu dengan memberi tanda darurat berupa ranting pohon. Tanggul jebol dan jalan putus di Tapin ini terjadi di musim penghujan dan tentunya menjadi perhatian juga peringatan kita semua.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menyebut secara global dari 195 negara di dunia, Indonesia berada di urutan ke 35 rawan bencana. Berdasarkan data BNPB, tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang aman dari bencana termasuk Kalsel.

Bercermin dari data tersebut tidak ada alternatif lain, BPBD,  terus melakukan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.  

Masyarakarat juga harus terus diedukasi bagaimana menyikapi secara benar saat sebelum dan saat datang bencana. Ini untuk meminimalkan resiko dan munculnya korban akibat bencana. Ke depan perlu dipikirkan, peringatan awal untuk masyarakat sebelum datangnya tanah longsor dan angin puting beliung. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved