Tajuk
Selamat Mencoblos
hari ini Rabu 27 November 2024 masyarakat indonesia menggunakan hak pilihnya di Pilkada serentak 2024, yuk kita mencoblos sesuai pilihan kita
BANJARMASINPOST.CO.ID - HARI ini, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 resmi digelar. Masyarakat di Banua termasuk di seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memilih kepala daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten maupun kota.
Pilkada serentak digelar Rabu, 27 November 2024. Momentum ini menjadi pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia, setelah sebelumnya Pemilu pada 14 Februari 2024 lalu.
Pada momen ini, masyarakat bisa memilih calon kepala daerah untuk memimpin daerahnya selama lima tahun ke depan. Mereka yang punya hak pilih adalah yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), atau Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Dibandingkan pemilihan presiden (pilpres) yang lalu, bisa jadi Pilkada serentak ini memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap peningkatan atau penurunan kualitas hidup rakyat. Seperti disampaikan ilmuwan politik Amerika Serikat, Benjamin Barber dalam bukunya If Mayors Ruled the World: Dysfunctional Nations, Rising Cities (2013).
Peran dari para pemimpin daerah akan jauh lebih berdampak dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat di bawah. Alasannya karena kedekatan jarak antara pemimpin dan warga yang dipimpin.
Warga akan merasakan langsung, baik atau buruk pemerintahan kepala daerah di wilayahnya, dibandingkan pemerintah pusat. Karena itulah, penting sekali memastikan memilih kepala daerah yang benar-benar kompeten dan punya visi serta misi yang jelas untuk memajukan daerah.
Idealnya dalam sebuah sistem demokrasi, setiap calon pemimpin yang diadu seharusnya sudah teruji dan melalui proses seleksi yang ketat. Tidak hanya populer, tapi juga benar-benar berkompeten dan berintegritas.
Walaupun jika melihat dinamika yang terjadi selama ini, memang tidak terjadi kondisi ideal itu. Tapi itu bukan berarti kita jadi apatis atau tidak peduli terhadap pelaksanaan pesta demokrasi ini. Perlu kita pahami bahwa demokrasi tidak selalu menghasilkan pemimpin yang berkualitas secara otomatis.
Hal sederhana yang bisa dilakukan dalam menggunakan hak pilih adalah tidak terjebak pada politik uang. Jika ada yang menawarkan membeli suara kita, maka tolak dengan tegas. Begitu pula jika melihat kecurangan, maka jangan segan laporkan kepada pihak berwenang, dalam hal ini Pengawas Pemilu. Tentukan pilihan berdasarkan hati nurani, bukan karena pengaruh orang lain atau iming-iming uang. Untuk itu, perlu melek dan aktif mencari informasi tentang siapa sosok yang akan dipilih.
Pilkada bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi tentang masa depan kita semua. Jadilah bagian dari perubahan dan pilih dengan hati yang jernih. Keputusan ada di tangan kita. Selamat mencoblos! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/twibboon-pilkadsa.jpg)