Opini
Membangun Karakter Melalui Ujian Nasional
PEMERINTAH Indonesia pernah menyelenggarakan ujian yang dimaksudkan untuk mengukur capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu di tingkat
UN diyakini dapat membangun karakter mandiri. Karakter mandiri adalah kemampuan individu untuk mengatur dirinya sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain. UN juga berpotensi sebagai sarana pembangunan karakter ingin tahu. Rasa ingin tahu merupakan keinginan untuk menyelidiki dan mencari pemahaman terhadap sesuatu yang belum diketahui atau belum dikuasai.
UN diyakini memungkinkan terbangunnya karakter gemar membaca. Sikap gemar membaca adalah kebiasaan dengan tanpa paksaan untuk menyediakan waktu secara khusus guna membaca berbagai informasi, baik buku, jurnal, majalah, koran, dan sebagainya, sehingga menimbulkan kebijakan bagi dirinya.
Dalam konteks UN, dia mungkin tertarik membaca dan mempelajari soal-soal UN tahun sebelumnya dan mencari dan mempersiapkan jawaban yang diperlukan.
Melihat begitu besarnya potensi yang terdapat dalam UN, seperti dapat membangun sikap religius, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, gemar membaca, dan tanggung jawab, sebagai seorang pendidik, rasanya sayang kalau ditiadakan.
Oleh itu, penulis, mendukung pemerintah, dalam hal ini, Kemendikdasmen, untuk menerapkan kembali UN di sekolah dasar dan menengah. (*)
--
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Prof-Dr-Abdul-Muthim-MPd-Guru-Besar-Program-Studi-Pendidikan-Bahasa-12.jpg)